Kepemimpinan wasit yang memimpin laga antara Persebaya United melawan Sriwijaya FC di babak 8 besar Piala Presiden, Minggu (20/9) sore di stadion Gelora Bung Tomo Surabaya mendapat keluhan dari kedua tim. Bahkan manajer Persebaya, Gede Widiade sempat melakukan aksi protes keras terkait dugaan ucapan rasis yang dilakukan Oki Dwi Putra, wasit yang memimpin laga ini.

“Tidak pantas seorang wasit mengucapkan kata kotor dan rasis. Ini tentu sebuah ironi, karena jika yang melakukan adalah pemain, maka dapat dikenakan hukuman kartu kuning atau bahkan lebih,” keluh pelatih Persebaya, Ibnu Graham usai pertandingan. Menurutnya, manajer Persebaya sangat marah begitu mendengar pemain Persebaya dipanggil dengan sebutan binatang oleh wasit di lapangan.

“Pemain kami melaporkan bahwa wasit berkata ‘Anjing jangan pura-pura jatuh’ saat Pedro Javier terjatuh di lapangan ketika ada benturan di kotak penalti SFC, bagaimana mungkin hal itu terjadi dan seharusnya dia tabu mengucapkan kata-kata tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, kubu SFC juga menyesalkan aksi wasit cadangan Suyanto yang dianggap mencederai sportifitas dan merugikan laskar wong kito. “Di awal babak kedua, ada momen dimana SFC sedang melakukan serangan balik dan ada pemain Persebaya yang diijinkan kembali ke lapangan tanpa ijin dari wasit tengah. Saat itu, Patrich Wanggai memiliki peluang emas dan digagalkan pemain yaang tiba-tiba masuk tersebut. Padahal di aturan seharusnya pemain tersebut harus ke tengah lapangan atau masuk jika sudah diketahui wasit di lapangan,” ujar sekretaris PT SOM, Achmad Haris.

Saat dikonfirmasi usai pertandingan, Suyanto mengatakan bahwa dirinya mengijinkan Faturohman masuk ke lapangan karena sudah sepengatahuan wasit tengah. Namun pendapat tersebut justru dibantah langsung oleh Oki Dwi Putra di depan Suyanto yang mengatakan tidak memberikan ijin dan tidak tahu jika Faturohman sebelumnya masih dirawat tim medis.

“Ini catatan bagi penyelenggara, apalagi tadi sebelum laga dimulai ketua penyelenggara Piala Presiden, Maruarar Sirait masuk ke locker room SFC untuk menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan kebangkitan sepakbola nasional yang tengah dirundung masalah dan menjanjikan tidak ada toleransi bagi aksi yang tidak sportif. Kinerja buruk wasit seperti ini jangan terus terulang,” tegasnya