PALEMBANG — Maraknya pemberitaan mengenai polemik KITAS (Kartu izin Tinggal Terbatas) pemain/pelatih yang terlibat di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 mendapat tanggapan dari manajemen Sriwijaya FC. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini mengaku sudah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan dan saat ini penyelesaian KITAS bagi 4 legiun asing plus Keith Kayamba selaku pelatih fisik tengah dalam proses akhir.

“Perlu kami sampaikan bahwa SFC sangat mematuhi semua aturan yang diterapkan oleh PT Gelora Tri Semesta (GTS) selaku operator kompetisi TSC. Bahkan di awal bergulirnya turnamen ini, ada 5 syarat yang diajukan dan kesemuanya dipenuhi oleh manajemen SFC sehingga kita dinyatakan lolos dan berhak mengikuti TSC ini,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Selasa (6/9) sore.

Menurutnya, saat itu dikarenakan PSSI selaku induk olahraga sepakbola Indonesia tengah dalam sanksi maka ada sedikit kelonggaran mengenai persyaratan bagi klub yang memakai pemain asing. “Saat itu cukup visa kunjungan, namun kita sekarang tidak perlu melihat ke belakang. Sekarang manajemen SFC sudah mengurus semua persyaratan KITAS dan jika tidak ada halangan maka Jumat (9/9) ini semuanya sudah selesai,” jelasnya.

Pihaknya pun menyambut baik adanya penertiban administrasi terkait pemain/pelatih di kompetisi TSC 2016. “Namun jangan semuanya mendadak, kami juga butuh waktu untuk mengurusnya. Bahkan saat diundang oleh Kementerian Tenaga Kerja RI terkait masalah ini di Jakarta, Selasa (9/9) siang tadi, kami pun turut hadir. Dari total 18 klub TSC A, hanya 9 yang hadir dan SFC sangat menunjukkan komitmennya untuk mengikuti semua aturan main yang ada,” tegasnya.

Di hari yang sama, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), secara resmi juga telah mengirimkan surat kepada penyelenggara Indonesia Soccer Championship (ISC) A, PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Dalam surat bernomor S.2777/MENPORA/DIV/IX/2016, Kemenpora memperingati agar PT GTS dapat segera melakukan penertiban terkait masalah pemain/pelatih asing tersebut. Pasalnya, Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 12 tahun 2013, salah satu syarat mempekerjakan tenaga asing mesti mempunyai KITAS.

“Sebagai surat peringatan pertama, kami memberi waktu pada saudara (PT GTS) untuk menyelesaikan permasalahan imigrasi ini sampai dengan terhitung tujuh hari kerja sejak ditanda-tanganinya surat ini,” ucap Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto.

Meski begitu, Gatot menyatakan klub masih dibolehkan memainkan para pemain asing asingnya bila sudah ada jaminan dari PT GTS. “Asalkan PT GTS bisa memberikan jaminan KITAS sampai sebelum batas waktu yang kami tetapkan, klub diizinkan untuk menggunakan pemain asingnya,” katanya. (dedi)

RelatedPost