Usai menjalani laga melelahkan di leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2015, skuad Sriwijaya FC tidak langsung pulang kandang. Belum pastinya lokasi venue untuk leg kedua nanti membuat Titus Bonai dkk memilih Solo sebagai home base sementara.

Rombongan SFC bertolak meninggalkan Malang, Minggu (4/10) dalam 2 kloter dengan menggunakan kereta api. “Awalnya kita ingin berangkat bersama-sama, namun karena tiketnya full jadi pemain kita bagi dalam 2 rombongan,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi usai pertandingan.

Menurutnya, pemilihan Solo lebih dikarenakan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Malang dan memiliki fasilitas yang cukup baik untuk berlatih. “Apalagi asisten pelatih kita, Hartono Ruslan berdomisili disana sehingga lebih memudahkan untuk koordinasi, di pra musim sebelum QNB League lalu kita juga pernah TC disana,” tambahnya.

Manajemen laskar wong kito menyatakan baru akan memutuskan lokasi pertandingan untuk leg kedua nanti pada Senin (5/9), sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Palembang. “Mereka (BMKG) meminta waktu seminggu sebelum laga untuk mengeluarkan rekomendasi dan perkiraan cuaca untuk leg kedua nanti,” jelas Haris.

Namun pihaknya sendiri bahwa prioritas utama pihak SFC adalah tetap menggelar pertandingan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. “SFC punya tanggung jawab moral terhadap masyarakat Sumsel, namun perlu diketahui juga cuaca dan kabut asap di Palembang cukup berkurang sejak Sabtu (4/10) pagi. Jika kondisinya sama seperti itu, maka kita optimis dapat berkandang lagi di GSJ, semuanya baru akan diputuskan Senin nanti,” pungkasnya.