Usai dimintai keterangan di hadapan Komisi Disiplin turnamen Piala Jenderal Sudirman, Jumat (4/12) siang di Jakarta, manajemen Sriwijaya FC mengaku meminta agar keputusan yang dikeluarkan nantinya dapat mencerminkan rasa keadilan. Apalagi beberapa poin yang disebutkan di dalam pertemuan tersebut tidak dilakukan oleh manajemen laskar wong kito.

“Kita memang hanya dimintai keterangan seputar beberapa kejadian sewaktu laga melawan Persija Jakarta (25/11) lalu di Malang, terutama di menit 41 sewaktu ada kejadian yang melibatkan pemain SFC dengan korps wasit,” jelas sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid yang menjadi perwakilan SFC di acara tersebut.

Diakuinya, apa yang terjadi di lapangan saat itu merupakan bentuk reaksi spontanitas mengingat laga tersebut memang cukup panas dan menjadi partai menentukan bagi kedua tim. “Setelah mendengar apa yang kami sampaikan, kami berharap panpel dapat lebih jernih melihat masalah ini, kalaupun nanti ada keputusan yang diambil, tetu harus mempertimbangkan rasa keadilan dan fakta di lapangan,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh asisten manajer SFC, Ahmad Haris yang juga turut hadir di acara yang diselenggarakan di hotel Century Park Jakarta tersebut. “Kami juga meluruskan bahwa dalam acara tersebut tidak ada pertanyaan seputar pengurusakan yang kemarin diduga dilakukan oleh manajer SFC, bapak Nasrun Umar karena memang hal itu tidak terjadi,” jelasnya.

Yeyen Tumena selaku perwakilan Komdis Mahaka menurutnya lebih fokus menanyakan mengenai kejadian di lapangan sewaktu penyerang SFC, Patrich Wanggai dikeluarkan oleh wasit Iwan Sukuco jelang berakhirnya babak pertama. “Jadi materi pertanyaannya adalah mengenai protes yang dilakukan oleh manajer SFC terkait keputusan wasit mengeluarkan Patrich Wanggai,” tambahnya.

Namun dirinya menegaskan bahwa protes tersebut dilakukan tanpa melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada wasit. “Sebagai seorang manajer, tentu wajar bertanya kepada wasit jika ada pemainnya yang mendapat keputusan seperti yang apa yang dialami oleh Patrich Wanggai. Saat itu tujuan kami pun untuk menenangkan pemain SFC,” pungkasnya.