laskarwongkito.com —¬†Manajemen Sriwijaya FC angkat bicara mengenai kejadian naas yang menimpa rombongan pemain dan offisial saat pulang dari Serui menuju Palembang, Senin (21/11) siang. Pihak operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, PT Gelora Trisula Semesta diharapkan dapat belajar dari peristiwa ini dan memastikan kedepannya tidak akan terulang lagi.

“Kalau bicara rugi pasti ada karena kami harus membeli 14 tiket baru karena sebelumnya mereka terlambat, namun bagi yang terpenting adalah keselamatan tim. Ini pengalaman pertama kali ke Serui, bahkan seluruh pemain dan pelatih kami juga belum pernah kesana sebelumnya,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Senin (21/11) siang.

Menurutnya, pihak PT GTS harus lebih jeli lagi dalam menyusul jadwal pertandingan, terlebih yang akan dimainkan di Serui. “Kalau bisa jadwalnya jangan di hari dimana keesokan harinya tidak ada kapal besar yang beroperasi, jika menggunakan pesawat pun jumlahnya juga sangat sedikit kapasitasnya. Jangan sampai karena alasan-alasan tersebut membuat klub enggan berangkat kesana atau tetap mengirim namun seadanya saja,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan pemain senior SFC, Firman Utina. Menurutnya, hal terpenting yang harus diperhatikan di dalam sebuah kompetisi adalah faktor keamanan. “Jika melihat kondisi perjalanan ke Serui ini, tentu tidak cukup ideal. Selain melelahkan, hal yang sangat harus menjadi perhatian adalah tingkat keamanannya. Jika memang sudah diatur dalam regulasi atau aturan FIFA, maka harus tegas ditegakkan,” ujarnya singkat. (dedi)

RelatedPost