PALEMBANG — Drama terjadi saat laga Sriwijaya FC melawan Persipura Jayapura, Minggu (30/7) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Sempat tertinggal lebih dulu dan berbalik unggul, laskar wong kito akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2 di laga penutup kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 ini.

“Seri di kandang bisa dibilang sama dengan kalah, kita sudah unggul dan bermain bagus tetapi tetap kecolongan sehingga hasilnya seri. Memang kurang memuaskan, namun secara umum pemain sudah bermain luar biasa, tetapi lawannya juga luar biasa,” ungkap caretaker tim SFC, Hartono Ruslan usai pertandingan.

Menurutnya, di laga ini dirinya memang melakukan rotasi di susunan pemain yang dipersiapkan karena mengantisipasi padatnya jadwal yang harus dihadapi SFC nantinya. “Hingga 5 Agustus nanti, kami harus bermain sebanyak 3 kali. Tentu itu sangat melelahkan buat pemain sehingga akhirnya saya memutuskan memainkan Hapit Ibrahim ketimbang Ichsan Kurniawan, dia kami persiapkan untuk melawan Perseru (2/8) besok),” ujarnya.

Dirinya pun menyebut keputusannya memasukkan Hapit juga sudah berdasarkan performa saat latihan terakhir. “Melawan PS TNI sewaktu Yu Hyun Koo absen, Hapit bermain sangat luar biasa sehingga saya tidak ragu untuk memainkannya lagi,” tambahnya.

Pelatih asal Solo ini sendiri menyebut bahwa di laga ini kelemahan SFC di lini pertahanan kembali terlihat. “Kami di setiap pertandingan bisa mencetak gol, namun juga tetap kebobolan. Artinya memang ada masalah di sektor pertahanan yang harus kami evaluasi,” tegasnya.

Hartono pun menyebut anak asuhnya sudah bermain all out di laga ini dan tidak gentar menghadapi Persipura yang punya posisi lebih baik di klasemen. “Tidak ada istirahat usai laga ini, pemain yang tidak bermain akan berlatih penuh Senin (31/7) sore, sementara skuad inti tadi akan recovery untuk persiapan laga melawan Perseru nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, pelatih Persipura Wanderley Junior menyebut pihaknya tetap mensyukuri hasil imbang di Palembang walau harus rela gagal mempertahankan posisi di puncak klasemen saat ini.

“Seperti yang kami katakana sebelumnya, pertandingan berlangsung seru dan kita lihat bagaimana bagusnya kualitas Sriwijaya FC. Sejak awal target kami memang menang, namun 1 poin juga tidak jelek karena pemain kami menunjukkan mentalitas tinggi dan bisa bangkit walau sempat tertinggal,” ujar pelatih asal Brasil ini.

Diakuinya, para pemainnya memang sempat lengah dan membiarkan tuan rumah mampu mengembangkan permainannya. “Kami sempat lengah dan membiarkan lawan mencetak 2 gol, namun kami senang karena pemain kami tahu apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Wanderley juga mengatakan bahwa di laga ini karakter timnya juga tetap terlihat dan menunjukkan keindahan sepakbola. “Di babak pertama, mereka menunjukkan gol pertama kami sangat khas Persipura, kami mampu passing dari bawah dan ada kesempatan walau kesalahan juga dari pemain lawan. (dedi)

Jalannya Pertandingan

Tuan rumah Sriwijaya FC langsung mengambil inisiatif penyerangan sejak menit awal dan beberapa peluang sempat diperoleh oleh Tijani Belaid dan Alberto Goncalves. Namun tendangan keduanya belum menemui sasaran dan tidak membahayakan gawang Persipura yang dijaga oleh Yoo Jae Hon.

Laskar wong kito sendiri memang sangat bernafsu untuk mencetak gol di babak pertama ini, tetapi selalu terburu-buru dalam penyelesaian akhir. Meski unggul dalam penguasaan bola secara keseluruhan, tetapi tidak banyak kesempatan untuk mencetak gol dari proses open play di babak pertama ini.

Bahkan sebuah kesalahan sendiri yang dibuat oleh lini pertahanan SFC di menit akhir babak pertama harus dibayar mahal. Sundulan penyerang Persipura, Addison Alves akhirnya mampu merobek gawang SFC yang dijaga oleh Teja Paku Alam sekaligus menutup 45 babak pertama untuk keunggulan tim Mutiara Hitam.

Di awal babak kedua, SFC langsung melakukan pergantian untuk menambah daya serang dengan memasukkan Yohanis Nabar menggantikan Nur Iskandar. Masuknya darah segar ini terbukti mampu meningkatkan serangan dari sisi kiri pertahanan Persipura dan beberapa kali mengancam gawang tim asal Papua ini.

Namun baru di menit 66 SFC berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan terukur Alberto Goncalves memanfaatkan umpan matang dari tendangan sudut Tijani Belaid. Bahkan pemain asal Brasil ini kemudian mampu membawa pendukung tuan rumah bersorak saat untuk kedua kalinya menjebol gawang Persipura yang lagi-lagi berasal dari umpan matang Tijani.

Tetapi keunggulan yang sudah di depan mata akhirnya sirna setelah Ferinando Pahabol bisa membuat publik GSJ terdiam setelah salto indahnya di menit 83 bisa menembus gawang Teja Paku Alam. Hasil imbang 2-2 kemudian menutup laga yang dipimpin oleh wasit Abdul Rahman Salasa ini.

Related Post