Sriwijaya FC gagal mempertahankan tren positif setelah dikalahkan tuan rumah PSMS Medan dengan skor tipis 1-0, Jumat (18/5) malam di stadion Teladan Medan. Dengan hasil ini, laskar wong kito masih tertahan di peringkat 5 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 dengan poin 13, sedangkan PSMS Medan naik ke posisi 10 dengan poin 12.

Pelatih SFC, Rahmad Darmawan menyebut satu kesalahan yang dibuat pemainnya harus berbuah mahal di laga ini. Menurutnya, laga juga berlangsung sangat menarik dan kedua tim mampu jual beli serangan sepanjang 90 menit.

“Secara umum semua berjalan sesuai rencana dan sebenarnya kita mampu mengimbangi lawan. Kedua tim juga punya peluang yang sama  dan tensi pertandingan sangat tinggi, nyaris tidak ada perbedaan walau dimainkan di bulan puasa,” ujarnya usai pertandingan.

Terkait kekalahan keduanya di musim ini, RD menyatakan timnya dihukum karena membiarkan eks anak asuhnya di Terengganu Malaysia dulu yakni Dilshod Sharofetdinov tanpa kawalan di luar kotak penalti. “Lawan cukup efektif dan mereka mampu memanfaatkan 1 kesalahan, Dilshod dalam posisi bebas mampu membobol lewat tendangan jarak jauh yang memang menjadi spesialisasinya. Selain itu, siapapun yang bermain di Medan pasti tidak akan mudah melawan tim tuan rumah yang penuh motivasi tinggi dan agretifitas,” pujinya.

Sementara itu, pelatih PSMS Medan Jajang Nurjaman menyebut sangat berbangga anak asuhnya mampu mengalahkan tim yang diatas kertas punya kemampuan individu yang lebih baik. “Kami menang artinya mereka bisa terus bersaing di kompetisi ini, pemain PSMS memang kalah dari sisi kualitas tapi kerja keras mereka terbayar. Saya pikir tim kami memang layak menang karena memang unggul dari sisi penguasaan dan peluang,” tegasnya.

Dirinya juga menyoroti penampilan anak asuhnya yang penuh daya juang dan seakan tidak terpengaruh di awal puasa kali ini. “Tidak ada pengaruh, penonton juga malam ini pasti puas karena laga sangat berkualitas. SFC juga saya apresiasi karena di musim ini meskipun away selalu bermain terbuka dan menyuguhkan permainan yang baik,” pungkasnya.

Jalannya pertandingan

Di babak pertama, tuan rumah langsung mengambil inisiatif penyerangan dan mengurung pertahanan SFC. Beberapa kali PSMS Medan mendapat kesempatan melalui duet striker asingnya, Wilfred Yessoh dan Sadney Urikhob. Bahkan di menit 27, PSMS nyaris mendapat penalti usai Yessoh terjatuh di kotak penalti, namun wasit Rully Ruslin yang memimpin pertandingan menganggap pemain asing asal Pantai Gading ini melakukan diving.

Laskar Wong Kito sendiri tidak banyak membuat kesempatan untuk mencetak gol di 45 menit pertama dan skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di awal babak kedua, pemain asing PSMS asal Brasil Reinaldo Lobo berhasil mendapat 2 kali peluang emas untuk mencetak gol. Sundulannya di menit 50 masih dimentahkan dengan gemilang oleh Teja Paku Alam dan beberapa menit kemudian tendangannya memanfaatkan serangan balik yang cepat membentur mistar gawang.

SFC sendiri sempat mencetak gol di menit 63 lewat sontekan Esteban Viscarra memanfaatkan tendangan keras Marco Meraudje. Namun gol ini dianulir oleh wasit karena menganggap pemain naturalisasi ini sudah lebih dulu berada dalam posisi offside.

Petaka datang bagi SFC di menit 83 saat tendangan gelandang PSMS asal Uzbekistan Dilshod Sharofetdinov merobek gawang Teja Paku Alam. Setelah gol ini, skuad SFC tersentak dan mencoba bangkit untuk menyamakan kedudukan. Beberapa kesempatan didapat namun gagal menembus gawang PSMS yang dijaga oleh Dhika Bhayangkara. Skor 1-0 akhirnya menutup laga ini untuk kemenangan tuan rumah.

Artikel Terkait