Meski lebih diunggulkan, namun Sriwijaya FC diluar dugaan harus dipaksa menyerah kalah dengan skor tipis 1-2 dari Madura United dalam lanjutan grup B turnamen Piala Gubernur Kaltim, Rabu (2/3) malam. Dengan hasil ini, maka Firman Utina dkk harus memenangkan partai terakhir melawan tuan rumah Mitra Kukar, Sabtu (5/3) mendatang untuk menjaga asa lolos ke babak 6 besar.

Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan mengatakan bahwa peluang timnya untuk lolos dari putaran grup B masih terbuka meski menderita kekalahan di partai ini. “Asal semua fair play, semua masih berpeluang lolos di grup ini. Dan kami harap semua dapat menunjukkan sikap sportifitas nantinya,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, SFC harus menyerah dari MU berkat taktik sederhana yang dimainkan laskar Sapeh Karep di babak kedua. “Pertandingan sebenarnya berjalan seimbang, namun MU mampu lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Sebenarnya taktik mereka sudah kami antisipasi, namun keunggulan postur penyerangnya mampu dimanfaatkan dengan baik dan SFC juga kurang beruntung di laga ini,” tambahnya.

Asri Akbar, kapten kedua SFC menyebut gol cepat MU di awal babak kedua yang dicetak oleh Engel Berd Sani membuat sedikit perbedaan di pertandingan ini. “Kami kaget dengan gol tersebut dan lambat untuk bangkit, namun pemain sudah bekerja keras dan sekarang fokus kami adalah memastikan kemenangan di laga terakhir melawan Mitra,” ungkap gelandang pengangkut air ini.

Sementara itu, pelatih Madura United Gomes De Oliveira mengaku dirinya sangat menikmati kemenangan anak asuhnya atas SFC. “Sekali lagi kami bikin kejutan di turnamen PGK ini, setelah di laga perdana mengalahkan tuan rumah Mitra Kukar yang merupakan juara PJS, sekarang giliran tim sebear SFC yang mampu kami taklukkan, tentu ini sangat menyenangkan,” ungkapnya usai

Menurutnya, tidak ada strategi khusus yang disiapkan olehnya di laga ini dan lebih menekanka disiplin antar lini. “Selain itu, saya harus mengatakan bahwa kekompakan pemain MU yang juga membuat perbedaan, kami bekerja sebagai sebuah tim dan displin bersama-sama baik menyerang ataupun bertahan,” tambahnya.

Pencetak gol kedua MU, Fabiano Beltrame sendiri juga menegaskan bahwa keberhasilan timnya berkat dari kerja keras seluruh pemain saat pertandingan. “Di atas kertas materi MU kalah dari SFC, namun saya sudah punya keyakinan bahwa kami bisa menang karena mereka semua juga punya pengalaman main di klub besar lain,” ujarnya.

Terkait gol indah yang diciptakannya, bek asal Brasil ini mengaku sangat sumringah dan tidak menyangka sebelumnya. “Sudah lama saya tidak cetak gol dari tendangan bebas, malam ini saya bisa mencetaknya kembali dan lebih senang karena ke gawang SFC,” bebernya.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim mengawali laga dengan tempo sedang dan hingga 15 menit pertama tidak ada peluang yang tercipta untuk SFC maupun Madura United. Baru di menit 20, MU memperoleh peluang pertama melalui akselerasi Engel Berd Sani dan mengancam pertahanan SFC. Kemudian dibalas oleh SFC yang juga nyaris mencetak gol lewat sundulan Beto Goncalves, namun masih melebar di atas gawang Hery Prasetyo.

Petaka menghampiri SFC di penghujung babak pertama setelah kapten tim Firman Utina harus ditandu keluar karena mendapat tackling keras dari gelandang MU, Asep Berlian. Meski sudah mendapat perawatan dari tim medis, namu Firman Utina tetap tidak bisa meneruskan permainan dan digantikan oleh Hapit Ibrahim. Babak pertama akhirnya berkesudahan imbang 0-0 untuk kedua tim.

Di awal babak kedua, MU langsung menggebrak dan mengejutkan SFC setelah unggul lewat tendangan keras Engel Berd Sani dari dalam kotak penalti. Pelatih SFC sendiri langsung merespon dengan melakukan pergantian pemain, M Ridwan dan Asri Akbar ditarik keluar dan digantikan oleh Ichsan Kurniawan dan Anis Nabar.

Namun  justru MU yang berhasil memperlebar keunggulan di menit 77 melalui free kick indah Fabiano Beltrame. SFC yang tidak ingin langsung menyerah akhirnya hanya bisa membalas melalui tendangan penalti Fabiano Beltrame di injury time babak kedua dan menjadi gol penutup di laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan MU. Penalti ini sendiri diberikan wasit Nopendri setelah Yu Hyun Koo dilanggar Fabiano di area terlarang.

Laga sendiri berlangsung dengan keras dan wasit harus mengeluarkan 8 kartu kuning bagi kedua tim. Sebanyak 6 diantaranya diperoleh oleh pemain MU yakni Asep Berlian, Rendy Siregar, Engel Berd Sani, Jecky Arisandi, Rishadi Fauzi dan Gilang Ginarsa. Sementara di kubu SFC Thierry Gauthessi dan Syaiful Indra Cahya yang memperoleh KK.

Artikel Terkait