Pelatih PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese menyebut pertemuan timnya melawan tuan rumah Sriwijaya FC, Selasa (akan lebih banyak ditentukan oleh mental pemain di lapangan hijau. Apalagi anak asuhnya juga tidak banyak mendapat waktu istirahat jelang laga ini.

“Psikologi akan sangat menentukan di lapangan dan kami hanya punya waktu 1 hari setelah pertandingan setelah itu langsung ke palembang. Praktis hanya ada 2 sesi latihan untuk melawan SFC,” ungkapnya Senin (21/5) sore.

Namun dirinya mengaku anak asuhnya tidak tertekan dan justru tuan rumah yang akan mengalami hal yang lebih berat. “Kami dalam tekanan, namun begitu juga SFC. PSIS menang lawan Medan dan SFC kalah dengan mereka, jadi rasanya peluang kami tetap ada. Namun catatan itu tidak bisa dijadikan patokan, yang jelas psikologi pemain yang akan sangat menentukan,” tambahnya.

Kami dalam tekanan begitu juga sfc

Hal yang sama juga dikatakan oleh pelatih SFC, Rahmad Darmawan yang mengatakan ketenangan anak asuhnya sangat diperlukan bila ingin memenangkan pertandingan. “Setelah laga di Medan, saya katakan agar mereka langsung melupakan dan fokus melawan PSIS. Mereka bermain baik namun kurang tenang dalam memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.

RD sendiri mencatat setidaknya saat laga kontra PSMS lalu pihaknya mendapat sejumlah peluang emas yang semestinya bisa dimaksimalkan. “Kami juga punya 11 tendangan sudut yang terbuang percuma, kedepan kami harus lebih tenang. Namun saya yakin psikologi pemain SFF tidak terganggu di laga ini nanti,” pungkasnya.

Artikel Terkait