PALEMBANG — Usai mencatat 2 kemenangan beruntun, Sriwijaya FC kembali bertekad meneruskan tren positif tersebut saat melawan ke kandang PSM Makassar, Minggu (21/5) mendatang. Namun target ini dipastikan tidak akan mudah mengingat laskar wong kito punya catatan kurang bagus belakangan ini di kandang Juku Eja tersebut.

Meski di kompetisi QNB League 2015 mampu menahan imbang 3-3 PSM Makassar di kandangnya, tetapi musim lalu di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Teja Paku Alam dkk harus kalah tipis 1-2 lewat pertandingan penuh drama. Sebuah gol kontroversial yang lahir berkat kreasi 2 eks SFC yakni Titus Bonai serta Ferdinand Sinaga membuyarkan asa SFC kembali mencuri poin di kandang PSM Makassar saat itu.

Dua nama mantan SFC tersebut juga masih tergabung dan menjadi andalan PSM saat ini. Terlebih Ferdinand Sinaga yang diyakini akan punya motivasi tambahan saat laga melawan SFC nantinya. Bukan karena akan berlaga melawan mantan klubnya sendiri, namun pertemuan ini akan menjadi ajang comebacknya usai mendapat hukuman larangan 4 pertandingan dari Komdis PSSI akibat aksinya memukul Ivan Carlos di laga perdana Liga 1 Indonesia 2017.

Kualitas kedua pemain ini sendiri juga diakui oleh Oswaldo Lessa, pelatih kepala SFC saat ini. “Pemain lokalnya sangat pengalaman, ada Hamka Hamzah, Zulkifili Syukur, Risky Pellu hingga Tibo dan Ferdinan. Mereka semua pernah ke timnas Indonesia, itu menunjukkan bagaimana kualitas individunya,” jelas Lessa saat dihubungi Rabu (17/5) sore.

Namun pelatih asal Brasil ini sendiri menyebut ada 2 nama pemain PSM lainnya yang akan mendapat perhatian ekstra dari anak asuhnya nanti. “Saya pikir mereka punya pengatur serangan yang baik dalam diri William Pluim, dia punya visi bermain tinggi. Selain itu dia sangat memanjakan pemain lini depan dengan umpan-umpan matangnya, 2 assistnya sudah menunjukkan hal itu plus bisa memecah kebuntuan karena dia juga mampu mencetak gol,” bebernya.

Selain Pluim, bomber anyar PSM yakni Reinaldo juga disebutnya bakal memberikan ancaman lain kepada lini pertahanan SFC nantinya. Pemain bertubuh tinggi ini juga tengah dalam kepercayaan tinggi usai mampu mencetak 3 gol di 3 pertandingan terakhirnya. “Dia kuat di bola atas, karena itu dalam sesi latihan sudah ada porsi khusus untuk mengantisipasi hal ini. Cuma salah kalau pemain SFC hanya memperhatikan 2 pemain ini saja, bagi saya mereka memang punya skill tinggi, tetapi PSM Makassar lebih berbahaya sebagai sebuah kesatuan. Mereka baru saja kalah, pasti motivasinya tinggi dan bermain di depan pendukung sendiri, tapi SFC juga punya tekad yang sama, 90 menit nanti akan sangat menarik,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait