PALEMBANG — Meski memiliki rekor sempurna atas PS TNI, namun Sriwijaya FC memilih tetap fokus menghadapi laga pertama kompetisi Liga 1 Indonesia yang mulai bergulir pekan depan. Seperti diketahui, kedua tim akan saling berhadapan di kandang PS TNI, Stadion Pakansari Cibinong, Senin (17/4) mendatang.
Musim lalu, saat berlaga di turnamen Piala Gubernur Kaltim atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, SFC mencatat rekor kemenangan 100 persen atas tim yang diiisi mayoritas prajurit TNI AD ini.
Tidak hanya memenangkan pertandingan, di TSC 2016 SFC mampu mencatat rekor fantastis saat bersua PS TNI, di Palembang Beto Goncalves dkk menang dengan skor 6-1, sementara saat bermain di stadion Wibawa Mukti Bekasi, Hilton Moreira dkk kembali menorehkan kemenangan besar 5-2.
Pelatih Osvaldo Lessa mengaku bahwa PS TNI saat ini juga telah berubah dan diyakini akan jauh lebih kuat dibanding musim sebelumnya. “Kami masih fokus mempersiapkan tim terlebih dulu, pekan pertama untuk meningkatkan fisik dan baru mulai tanggal 10 April berlatih strategi. Kami juga akan melihat rekaman pertandingan mereka dan mempelajari gaya bermainnya,” jelas pelatih asal Brasil ini saat dihubungi Jumat (7/4) sore.
Masuknya pelatih asal Perancis disebutnya akan merubah pola bermain Manahati Lestusen dkk. “Mereka juga sudah diperkuat 3 pemain asing, tapibagaimanapun kami harus mempersiapkan tim sendiri dulu. Saya percaya dengan kerja keras poin penuh bukanlah target muluk dan bisa diwujudkan lewat kerja keras nantinya,” ungkapnya.
Menariknya, laga ini juga akan menjadi ajang sarat emosi bagi asisten pelatih Hartono Ruslan. Setelah tidak dipakai oleh Widodo C Putro usai TSC 2016 lalu, Hartono Ruslan sempat ditawari melatih di PS TNI. “Saya bahkan sempat melatih selama 3 hari bersama PS TNI, namun ketika manajemen SFC menelpon dan mengajak kembali bergabung, saya sulit untuk menolaknya. Akhirnya saya izin secara baik-baik, meski punya hubungan baik namun tentu nanti akan tetap fight membantu SFC meraih kemenangan, apalagi ini laga perdana yang pastinya sangat sulit,” ungkap pelatih asal Solo. (dedi)

Artikel Terkait