PALEMBANG — Bermain anti klimaks, Sriwijaya FC akhirnya mencatat kekalahan terbesar di musim ini usai ditaklukkan Persib Bandung dengan skor 1-4, Senin (4/9) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Dengan hasil ini, laskar wong kito masih tertahan di peringkat 12 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 28, sementara Maung Bandung naik ke peringkat 9 dengan torehan poin 32 dari 22 pertandingan yang sudah dimainkan.

Sempat menekan dan mencatat sejumlah peluang di awal babak pertama, SFC akhirnya harus kebobolan 2 kali lewat Ezechiel Ndouasel di menit 17 dan Michael Essien di menit 31. Skor 0-2 pun menutup 45 menit babak pertama. Di awal babak kedua, Persib bahkan memperlebar keunggulan melalui aksi individu Febry Hariyadi di menit 59. Saat wasit Abdul Rahman Salasa seakan sudah akan mengakhiri pertandingan, 2 gol kembali tercipta, Billy Keraf memberikan mimpi buruk bagi publik Palembang sebelum akhirnya Tijani Belaid mencetak gol hiburan di penghujung laga.

Pelatih Persib Bandung, Emral Abus mengaku sangat puas dengan pencapaian anak asuhnya di laga ini. “Saya sangat puas karena dapat mencapai target yang sudah diberikan. Tren positif sejak lawan Arema lalu juga terus terjaga, kemenangan ini juga bernilai lebih karena diraih dengan cara yang luar biasa dan banyak gol tercipta,” ujarnya usai pertandingan.

Umuh Muchtar, manajer Persib juga memberikan apresiasi terhadap hasil yang diraih Atep dkk. “Ini sejarah baru karena sebelumnya tidak pernah menang dengan skor seperti ini di Palembang. Sejak awal saya sudah katakana bahwa kami masih di papan bawah dan mesti terus berjuang. Tadi pun saat sudah unggul 2-0, saya katakan ini belum aman karena wasit belum meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Walau tadi sempat kecolongan, namun secara umum saya senang,” jelasnya.

Dirinya pun menyebut bahwa kedepannya dirinya mentargetkan untuk membawa Persib mengakhiri kompetisi di papan tengah klasemen kompetisi Liga 1 Indonesia 2017. “Syukur-syukur bisa ke 5 besar, namun papan tengah itu wajib. Soal SFC, mereka adalah saudara kami dan mendoakan semoga bisa sama-sama bangkit,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih SFC Hartono Ruslan mengaku timnya sudah berusaha maksimal di laga ini. “Di babak kedua, kami mengurung mereka dan mencetak banyak peluang, namun semuanya gagal berbuah gol. Finishing touch yang buruk menjadi pembeda di laga ini, saya mencatat Persib punya 8 peluang dan 4 menjadi gol, sementara SFC saya hitung ada 11 kali kesempatan namun cuma 1 yang bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga menyebut lini belakang SFC kembali mudah ditembus oleh lawan di laga ini. “Gol mereka cukup mudah, dan ini harus diperbaiki secepatnya. Kurangnya komunikasi antar pemain menjadi penyebab kami kebobolan di laga ini,” ungkapnya. (dedi)

Artikel Terkait