PALEMBANG — Sriwijaya FC terus memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen sementara Torabika Soccer Championhip (TSC) 2016 setelah berhasil mengalahkan Madura United dengan skor telak 4-1 dalam laga yang dimainkan di stadion Gelora Bangkalan, Rabu (14/9) sore.

Dengan hasil ini, laskar wong kito ini mengoleksi poin 36 dan hanya tertinggal 3 poin dari pemimpin klasemen sementara yang masih dihuni oleh Madura United. Penyerang SFC, Airlangga Sucipto di laga ini setelah berhasil mencetak hattrick dan membungkam publik tuan rumah. Sementara 2 gol lainnya dicetak oleh Alberto Goncalves melalui titik penalti dan Yohanis Nabar di penghujung pertandingan.

Pelatih SFC, Widodo C Putro mengaku bahwa kemenangan anak asuhnya di laga ini karena mampu meredam 2 faktor kunci di kubu lawan. “Sebelum pertandingan, kami sudah paham bahwa kunci kekuatan tim lawan ada di penyerang jangkungnya Pablo Rodrigues, jika mampu mematikannya maka mereka akan kesulitan,” ungkap WCP usai pertandingan.

Oleh karena itu dirinya secara khusus menginstruksikan dua center beknya yaitu Mauricio Leal dan Fachrudin untuk mengawasi pergerakan pemain asal Spanyol tersebut. “Pablo selain punya heading berbahaya, juga mampu menjadi tembok untuk pemain lainnya. Dan kami bisa meredamnya sepanjang pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Madura United Gomes De Oliveira sangat kecewa dengan hasil yang menurutnya tidak pantas terjadi karena dimainkan di kandang sendiri. “Di babak pertama, kami bermain sangat rapi dan membuat banyak peluang. Gol yang lahir dari tim lawan pun berasal dari coba-coba dan beruntung bisa masuk,” ujar pelatih asal Brasil ini.

Sedangkan 2 kelengahan pemainnya di awal babak kedua harus dibayar mahal dan membuat timnya makin jauh tertinggal. “Gol kedua lahir akibat komunikasi yang buruk antara kiper dan bek, sedangkan yang ketiga datang dari free kick,” tambahnya.

Menurutnya, di awal babak kedua sebenarnya pihaknya sudah menyiapkan strategi baru untuk mengejar ketertinggalan. “Namun gol kedua dan ketiga terjadi sangat cepat, saya sebenarnya sudah mengingatkan mereka bahwa SFC adalah tim yang berkualitas dengan deretan pemain berpengalaman,” keluhnya.

Secara jantan, Gomes juga menyebut hanya akan fokus untuk memperbaiki performa timnya kedepan dan enggan mengomentari hal lain seperti kepemimpinan wasit. “Kekalahan ini bukanlah kehancuran Madura United, perlu diingat bahwa di putaran pertama lalu saat kalah di Palembang, itu menjadi pengalaman berharga dan setelah itu kami tidak kalah di 9 pertandingan berikutnya. Kini kami harus bisa melakukan hal yang sama kedepan dan mengakhiri musim nanti dengan tetap di posisi puncak,” tekadnya. (dedi)

RelatedPost