Meski jendela transfer pemain lokal Indonesia Super League (ISL) dibuka kembali sampai 10 April mendatang, namun manajemen Sriwijaya FC mengaku belum berminat untuk menambah kuota pemain. Hal ini ditegaskan oleh manajer SFC, Robert Heri saat dikonfirmasi Minggu (29/3) sore.

Menurut kepala dinas pertambangan dan energi provinsi Sumsel ini, pihaknya masih akan memprioritaskan pemain yang sudah ada saat ini. “Sejauh ini belum ada pemikiran atau rencana untuk menambah pemain, karena skuad yang ada sudah ideal,” tegasnya.

Namun dirinya tidak menampik bahwa saat berada di tanah suci lalu kala menjalankan ibadah umroh, ada beberapa agen yang menawarinya sejumlah pemain. “Bahkan ada salah satunya yang tidak tanggung menawarkan sampai 7 pemain, seperti mau bendol desa,” tambahnya. Saat ditanya apakah klub yang dimaksud adalah Pelita Bandung Raya, Robert Heri enggan menjelaska lebih lanjut namun membenarkan bahwa klub tersebut merupakan salah satu kontestan ISL musim ini.
Pihaknya sendiri masih akan menunggu pelatih kepala Beny Dollo yang saat ini masih menjalankan tugas membesut timnas senior.

Sementara itu, Sekretaris PT LI Tigor Shalom Boboy menegaskan, pada jendela transfer April ini, klub hanya boleh menambah pemain, berbeda saat jendela transfer pertama sebelum Februari lalu. “Tidak boleh ada pemain yang digantikan. Mereka hanya boleh menambah,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait regulasi yang terkesan terus berubah dan longgar, Tigor menjelaskan karena prinsipnya, kompetisi belum bergulir dan kondisinya diluar kemampuan semua klub ISL. “Tapi tolong dicatat, klub hanya boleh menambah pemain bagi klub yang merasa kurang, bukan penggantian pemain,” tegasnya