PALEMBANG — Sriwijaya FC sukses bangkit dari keterpurukan dan sukses mengalahkan Persegres Gresik United dengan skor telak 3-0, Kamis (13/10) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Penyerang laskar wong kito, Alberto Goncalves menjadi man of the match di laga setelah berhasil mencetak hattrick di babak pertama dan sukses naik ke peringkat kedua klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Pelatih Persegres, Eduard Tjong mengakui keunggulan SFC dan menyebut kualitas anak asuhnya berada 1 tingkat dibawah tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini. “Kami harus akui kalah kelas di laga ini, SFC layak menang dan kualitas tim lawan 1 tingkat di atas kami. Dan apa yang saya katakan sebelum laga ini akhirnya terbukti, jangan pernah meremehkan SFC walau di 2 laga sebelumnya mereka kalah,” ungkapnya usai pertandingan.

Menurutnya, di babak pertama timnya banyak melakukan kesalahan dan tidak disiplin dalam menjaga pergerakan pemain SFC. “Disiplin kami bermasalah, terutama pergerakan 3 pemain SFC yakni Hilton, Beto dan Firman Utina yang sangat merusak permainan kami. Semua gol lawan yang lahir dari sundulan karena mereka lengah,” jelasnya.

Usai babak pertama, dirinya pun meminta anaknya untuk lebih fokus dan tidak terpancing gaya permainan lawan. “Di locker room, saya ingatkan mereka untuk lebih disiplin dalam menjaga ketiga pemai tersebut. Namun sudah terlambat, soal kartu kuning Wismoyo menurut saya juga wajar karena sebelumnya dia sudah menerima KK, tidak ada perdebatan soal itu dan layak diterimanya,” tambahnya.

Sementara itu, pemain Persegres GU Roni Rosadi menyebut timnya sangat kelelahan di laga ini. “Jadwal pertandingan sangat ketat dan Minggu nanti kami sudah kembali bermain melawan Pusamania Borneo FC. Namun seperti pelatih sampaikan, kami memang layak kalah di laga ini karena kualitas lawan lebih baik,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pelatih SFC Widodo C Putro sangat bersyukur dengan kemenangan anak asuhnya di laga ini. “Ini poin yang sangat penting dan krusial, tidak hanya bernilai 3 angka namun juga sebagai pelipur lara usai 2 kekalahan sebelumnya. Cuaca pertandingan tadi juga sangat berat untuk pemain, panas yang membuat pemain berkeringat dan mudah letih,” bebernya.

Hasil positif ini juga diakuinya sebagai obat dan pemulih beban psikis pemain SFC yang sempat down sebelumnya. “Besok (Jumat, 14/10) kami istirahat dan Sabtu sudah harus berangkat ke Makassar, kemenangan ini jadi modal positif, karena selain fisik tentu psikis juga sangat berpengaruh,” ujar pelatih asal Cilacap ini.

Hal yang sama juga disampaikan Firman Utina yang berhasil menyumbang 1 assist di laga ini. “Tentu ada tekanan pasca hasil buruk SFC kemarin, dan hasil ini tentu kami syukuri karena tidak mudah memenangkan laga usai kalah 2 kali berturut-turut. Yang jelas selalu ada hikmah di balik itu semua, kebersamaan, kekompakan tim semakin meningkat dan kami siap menatap laga selanjutnya,” ujarnya singkat. (dedi)

RelatedPost