PALEMBANG — Pembekuan PSSI oleh induk sepakbola dunia FIFA seolah belum menjadi pembelajaran berharga dan kisruh serupa diprediksi akan kembali terjadi. Sriwijaya FC selaku salah satu peserta kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 berencana akan melakukan aksi mogok di kasta tertinggi sepakbola di tanah air ini dalam waktu dekat.

Namun bukan laskar wong kito saja yang berencana melakukan aksi ini, namun bersama 14 klub lainnya yang juga berlaga di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017. Kinerja dari PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi hingga pekan 27 membuat 15 klub yang tergabung dalam Forum Klub Sepakbola Profesional tersebut merasa tidak puas karena dianggap tidak menjalani tata kelola yang baik seperti diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebelum kompetisi dimulai.

Hal ini pun sudah disampaukan secara resmi kepada media, Rabu (4/10) siang, di Jakarta. Di acara ini, sekretaris tim SFC Achmad Haris menjadi salah satu perwakilan bersama Bento Madubun (juru bicara Persipura Jayapura), Gede Widiade (Dirut Persija) dan Syarifuddin Ardasa (asisten manajer Barito Putera). “Kebetulan kami berempat di sini mewakili 15 klub yang masih aktif di kompetisi sepakbola profesional,” ungkap Haris saat dihubungi usai acara.

“Sejauh ini, 15 klub ini berkesimpulan ada beberapa aspek penting dari ekspektasi sepakbola kita yang digadang-gadang memajukan aspek sepakbola profesional yang belum menyeluruh. Aspek bisnis, aspek teknis dan aspek legal,” kata Syarifuddin.

“Ini menjadi penting karena ekspektasi kita yang ingin melihat sepakbola profesional masih belum ada tanda-tanda membaik dan ini sangat mencemaskan jika berlanjut ke musim depan,” urai asisten manajer dari Barito Putera itu.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Gede Widiade yang menilai ada kesepakatan di awal musim yang dilupakan. “Sebelum dimulainya kompetisi, ada pertemuan dari pemilik klub. Saat itu belum ada operator. Ada beberapa komitmen awal yang sangat menggembirakan. Awalnya, dijanjikan keterbukaan, jaminan hukum, transparansi. Semua kita setujui,” ujar Direktur Utama Persija, Gede Widiade, di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

“‌Ada beberapa aspek yang penting. Semua aspek sudah dibicarakan oleh federasi. Akhirnya dieksekusi. Kita memberikan kepercayaan penuh kepada PT LIB untuk mengelola. Tapi, kami mencatat dari awal sampai putaran pertama, PT LIB kurang memenuhi harapan kami dari 15 tim ini,” sambungnya.

“Ini forum terbuka, siapapun yang profesional baik Liga 1 atau Liga 2. Apakah ada inisiatornya? Tidak ada. Karena tujuannya sama. Daripada liar, kami akhirnya bergabung. Jadi ini hanya klub-klub yang merasa operator belum melakukan tata kelola dengan baik sesuai harapan Presiden Joko Widodo.”

Mereka mengaku telah mengirimkan surat resmi kepada PT LIB. Untuk itu, FKSPI memberikan tenggat waktu selama 14 hari untuk merespon surat itu.”Kami sudah mengundang LIB, sudah berdiskusi tapi kami tidak ditanggapi. Ini kami lakukan karena ini bertolak dengan harapan kedua orang tua kami; Bapak Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan Presiden Joko Widodo soal tata kelola sepakbola yang baik,” ujar Bento dari Persipura.

“Apabila dalam 14 hari, LIB tidak mengembalikan surat perjanjian yang sudah kami serahkan di awal kompetisi, maka kami bersepakat untuk berhenti berkompetisi sementara waktu,” tukasnya.

Dalam 14 hari ke depan, terhitung esok, diharapkan LIB sudah bisa mengembalikan surat perjanjian yang disepakati sebelum kompetisi dimulai dan memberikan kejelasan tentang segala aspek yang dimaksud kepada klub. Tiga klub yang tak ikut dalam forum ini antara lain Persib Bandung, PS TNI dan Bali United. (dedi)

15 Forum Klub Sepakbola Profesional

  1. Persija Jakarta
  2. Bhayangkara FC
  3. Arema FC
  4. Borneo FC
  5. PSM Makassar
  6. Persiba Balikpapan
  7. Sriwijaya FC
  8. Mitra Kukar
  9. Persela Lamongan
  10. Persegres Gresik United
  11. Persipura Jayapura
  12. Perseru Serui
  13. Barito Putera
  14. Semen Padang
  15. Madura United.

Artikel Terkait