PALEMBANG — Tidak ingin terus meratapi hasil imbang di laga terakhirnya, skuad Sriwijaya FC langsung mengalihkan fokus menghadapi laga berikutnya melawan PS TNI, Rabu (25/10) mendatang. Hasil imbang saat menjamu Arema FC, Jumat (20/10) kemarin diakui sudah dilupakan walau beberapa evaluasi penting tetap menjadi catatan kedepannya.

“Seri di kandang sama saja dengan kalah, tentu yang paling terus menjadi evaluasi di setiap laga adalah soal konsentrasi dan fokus. Bagaimana bisa terus disiplin selama 90 menit, namun harus diakui jadwal pertandingan memang sangat ketat sehingga permainan SFC terlihat tidak stabil kemarin,” ungkap pelatih SFC, Hartono Ruslan saat dihubungi Minggu (22/10) sore.

Mepetnya jadwal diakui pelatih asal Solo ini membuat pihaknya tidak akan terlalu memforsir sesi latihan laskar wong kito menghadapi The Army nantinya. “Di Palembang, kita akan menggelar 2 latihan terlebih dulu dan kita matangkan taktik serta strategi yang akan coba dimainkan nantinya melawan PS TNI. Senin (23/10) kita sudah berangkat dan keesokan harinya hanya akan melakukan uji coba lapangan di stadion Pakansari Bogor,” jelasnya.

Menurutnya, meski posisi SFC saat ini terbilang sudah nyaman dari ancaman zona degradasi, namun pihaknya menyebut akan tetap bermain fight nantinya. “Selisih poin dengan penghuni posisi 16 memang cukup jauh, tetapi secara hitung-hitungan matematika SFC belum lolos, jadi kami tidak boleh lengah dan partai melawan PS TNI tetap sangat penting, soal target tentu kami ingin menang,” tegasnya.

Apalagi dirinya sempat mendengar adanya play off bagi peringkat 15 klasemen kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan peringkat 4 kompetisi Liga 2 Indonesia nantinya. Namun setelah dicek ke manajemen SFC, hal ini tidaklah benar dan menurut regulasi yang diterima sejak awal kompetisi, memang hanya 3 tim yang nantinya akan terdegradasi nantinya. (dedi)

Artikel Terkait