PALEMBANG — Setelah lolos dengan dinaungi dewi fortuna, tim sepakbola PON Sumsel sudah ditunggu laga berat, menghadapi tim kuat PON Papua pada babak delapan besar.  Dalam laga yang akan digelar di stadion Patriot, Bekasi Selasa, (20/9) pukul 15.30 WIB ini  Zalnando dkk kolega masih diharapkan memegang tanggung jawab target mendulang emas di ajang tersebut.

Pelatih Tim PON Rudy William Keeltjes menyatakan, ia juga masih optimis bisa mencapai target emas. Walapun beragam kekurangan anak asuhnya harus diantisipasi agar bisa taklukan Tim Papua.

“Kita masih pegang dan optimis emas di cabor sepakbola. Tapi evaluasi harus dijalankan para pemain,”ujarnya.

Menurut legenda timnas Indonesia ini, semua kontestan di PON sebenarnya bukanlah lawan yang harus ditakuti oleh anak asuhnya. Baik dari faktor skill, perfoma hingga mental bertanding. Namun di skuat tidak ada pemain memiliki jiwa kepemimpinan khususnya di sektor tengah sebagai roh pengatur ritme permainan arah si kulit bundar.

“Pemain seperti asal tendang bola, emosi tidak kontrol dan bermain kurang tenang. Memang kita ada kapten tapi tim butuh Jenderal lini tengah untuk mengatur ritme tapi tidak ada. Itu yang dikhawatirkan saat ini di tim kita,” ujarnya..

Pelatih yang pernah menukangi PSM Makkasar ini, membeberkan adanya Manda Cingi juga tidak bisa mengobati kebocoran miss komunikasi di sektor tengah.  Manda lebih kepada gelandang pekerja keras dan pengatur serangan. “Di tim semuanya sama hanya ada satu dia Andes. Tapi posisinya pemain belakang,”keluhnya.

Dalam laga menghadapi Tim Papua dia hanya memiliki satu solusi terbaik. Karena semua kendala yang dihadapi tersebut bisa di jawab oleh pemain senior Sriwijaya FC (SFC) Ichsan Kurniawan. Namun selama Tim PON bertanding pemain seleksi Timna senior itu pun tidak bisa diturunkan karena cedera.  “Semoga dia sembuh! Karena kehadiran Ichsan sangat membantu sekali pengalaman dia di senior bisa menjadi roh lini tengah. Karena untuk mendapatkan emas kita harus menang di setiap laga,”pungkasnya. (dedi)

RelatedPost