PALEMBANG — Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung tegaskan akan lakukan tindakan penagihan serentak dalam bentuk sita serentak besok senin (13/02/2017).

Kegiatan tindakan penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan. Sesuai dengan Undang-undang nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa  Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur, memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan dan menjual barang hasil sitaan. Sedangkan penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan pelunasan utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

Untuk Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, kegiatan penagihan dalam bentuk “sita serentak” ini akan menyasar kepada 11 Wajib Pajak baik Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Orang Pribadi degan jumlah tunggakan pajak sebesar Rp. 21,195 Milyar dengan rincian Rp. 15,415 Milyar untuk wilayah Sumatera Selatan dan Rp.5,779 Milyar untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Pada pelaksanaan “sita serentak” nanti,  Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.

Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung, M. Ismiransyah M. Zain mengungkapkan, tindakan penagihan dalam bentuk “sita serentak” ini akan terus dilakukan, sebagai bentuk penegakan hukum pajak agar masyarakat Wajib Pajak dapat lebih patuh dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya.

“tahun 2017 target kita adalah meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, tindakan penagihan seperti ini akan terus kami jalankan secara periodik, “  kata dia di kantornya, kamis (09/02/2017).

Upaya penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan akan menyadarkan Wajib Pajak lainnya terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap penerimaan pajak. (Ril)

Artikel Terkait