Menghadapi SFC di laga kedua QNB League 2015, manajemen Semen Padang meminta agar kejadian yang merugikan timnya kala bertemu Persib Bandung (4/4) tidak terulang di Palembang. Seperti diketahui, tim Kabau Sirah sempat terlambat datang ke stadion dikarenakan terjebak macet selama di perjalanan menuju stadion Jalak Harupat Soreang Kab Bandung.

“Meski sudah dikawal polisi, namun kami tetap kesulitan menembus macet dan akibatnya mesti berada di bus selama 2,5 jam. Saat tiba di stadion, skuad Persib sudah mulai pemanasan sehingga pertandingan sedikit tertunda,” ungkap penasihat teknis Semen Padang, Suhatman Iman, Senin (6/4) di stadion GSJ Palembang.

Saat akan memulai pertandingan, pihaknya juga sempat mengalami insiden mati lampu yang dianggapnya membuat konsentrasi anak asuhnya terganggu. “Pasti ada pengaruhnya, karena saat itu pemain sedang menikmati pertandingan dan harus dihentikan sehingga mereka memulai dari nol lagi,” keluhnya.

Saat akan pulang menuju hotel, kemacetan serupa kembali terjadi sehingga dua pemainnya yakni Yun Hyun Koo dan Vendry Mofu mengalami muntah-muntah. “Perut mereka kosong dan kondisi sangat letih sekali. Sedangkan untuk sampai di hotel diperlukan waktu sekitar 2 jam lebih, ini kami harapkan tidak terjadi lagi. Padahal sesuai aturan jarak antara penginapan dan stadion maksimal 1 jam, semoga di Palembang kami tidak mengalami hal serupa lagi,” harapnya.

Artikel Terkait