Kebijakan penghentian sementara kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015 oleh PSSI mendapat tanggapan dari manajer Sriwijaya FC, Robert Heri. Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini, adanya libur kompetisi dari tanggal 12-25 April ini sangat merugikan laskar wong kito.

“Yang pasti ada kerugian, semuanya menjadi kacau jika kompetisi terus-terusan tidak ada kejelasan seperti sekarang. Manajemen tentu kesulitan membuat perencanaan dan bagi pelatih serta pemain juga harus mengatur ulang program latihan yang sebelumnya sudah disusun rapi,” keluhnya usai laga melawan PSM Makassar, Sabtu (11/4) sore.

Dirinya pun berharap agar kedepannya tidak ada lagi kebijakan meliburkan kompetisi secara mendadak seperti saat ini. “Manajemen harus membatalkan tiket pesawat dan hotel yang sudah dipesan, lalu harus menjadwalkan lagi nanti. Selain itu, kami juga khawatir akan berdampak pada sisi psikologis seluruh anggota tim,” jelasnya.

Dirinya pun mencoba memberikan masukan kepada PSSI terkait kisruh ini yang dianggapnya terus berulang. Menurutnya, akan lebih baik jika saat ini organisasi tertinggi sepakbola di tanah air ini menyelesaikan semua akar permasalahan yang ada dan tidak memaksakan kompetisi kembali digelar.

“Kita stop untuk sementara atau mungkin tidak usah dulu digelar kompetisi sepanjang tahun ini. Bagi saya pribadi hal tersebut akan jauh lebih baik ketimbang memaksakan diri dengan segala permasalahannya, bayangkan saat ini kita sudah akan memasuki bulan kelima di 2015, artinya hanya ada waktu sekitar 6 bulan untuk menyelesaikan liga,” bebernya.

Dengan waktu yang singkat tersebut, otomatis akan terjadi penjadwalan ulang pertandingan yang tertunda sebelumnya. “Bisa jadi seluruh klub akan bermain 3 kali dalam seminggu dan itu bukan hal yang ideal, kompetisi tertinggi ini bukan hanya sekedar prestise namun juga harus memberikan dampak positif bagi peningkatan prestasi timnas, jika liga terus dipaksakan saya ragu apakah nanti akan meningkat kualitasnya,” tambahnya.

Artikel Terkait