Lombok Barat – Sekda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar menunjukkan prestasinya di kancah nasional. Sekda kebanggaan Wong Sumsel ini terpilih menjadi Ketua Umum Forum Sekretariat Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Periode 2018-2021 dalam Munas Ke-3 Forsesdasi di Hotel The Santosa, Kamis (26/4).
Terpilihnya Nasrun Umar ini setelah dilakukan musyawarah mufakat oleh seluruh anggota dan diumumkan dalam  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Implementasi Reformasi Birokrasi Tahun 2018 dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Forum Sekretariat Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi).
Rakornas dan Munas ke-3 Forsesdasi itu secara resmi dibuka langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi.
Menurut Nasrun Umar, dengan terpilihnya dirinya menjadi Ketua Umum DPP Forsesdasi Periode 2018-2021, paling tidak ada dua hal yang jadi fokus perhatiannya. Hal yang pertama adalah dia ingin membuat Sumsel bangga karena salah satu putranya bisa dipercaya memegang satu jabatan strategis walaupun itu hanya forum sekretaris daerah, tapi memiliki nilai strategis karena sekda sendiri fungsinya sangat strategis dalam fungsi pemerintahan di daerah.
Kemudian yang kedua, tugas kedepan semakin berat, begitu banyak hal-hal yang menurutnya perlu dilakukan pembenahan dalam kedudukan sekretaris daerah. Akhir-akhir ini banyak terjadi hal-hal yang menurut hematnya sebagai sekda tidak semestinya terjadi dan dilakukan oleh seorang sekda.
“Untuk diketahui bahwa jabatan sekda itu bukan jabatan politis yang mungkin bisa didapatkan dalam sesaat saja. Perlu dilalui satu jenjang, proses yang panjang, dan rata-rata untuk seorang sekda provinsi itu paling tidak butuh 25-30 tahun saya lewati. Seperti saya perlu 31 tahun. Yang artinya ada perjalanan panjang proses yang artinya mempunya nilai dan historis sejarah bagi siapapun yg menjadi sekda provinsi” jelasnya saat diwawancarai.
Oleh karena itu, melalui agenda penting ini Nasrun mengaku akan mencoba agar kepengurusan baru ini bisa mengakomodir semua permasalahan, terutama bagaimana bisa dapat memberikan suatu pelayanan kepada sekda di seluruh Indonesia untuk dapat secara nyaman terlindungi oleh aturan..
Mengenai Rakornas ini Nasrun juga mengatakan dirinya akan berupaya bersatu bersama sekda-sekda lain untuk menuangkan segala potensi demi kepentingan sekda provinsi se-Indonesia. “Di dalam forum ini, tentu banyak diskusi pembahasan tentang bagaimana peran fungsi sekda sekaligus memunculkan resolusi-resolusi yang tidak hanya untuk kepentingan sekda melainkan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan bagaimana peran Sekda di era otonomi daerah dan desentralisasi ini. Menurutnya, sesungguhnya otonomi daerah adalah sebuah instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat.
TGB juga berpesan agar menjadi Sekretaris Daerah itu tidak boleh lamban dalam bekerja. Sekda harus kreatif, inovatif dan harus sangat sigap serta tanggap menyambut metode-metode baru dalam membangun pemerintahan.
“Saya yakin para sekda di seluruh Indonesia ini punya perspektif masing-masing yang bisa saling dipelajari sehingga saling menelurkan solusi untuk segala permasalahan pemerintahan,” jelasnya.
Forsesdasi akan berlangsung dari tanggal 25-27 April 2018 dengan mengusung tema Forsesdasi mendorong tumbuhnya birokrasi inovatif.
Turut membuka acara ini Sekda NTB Rosiady Sayuti, Ketua Umum Forsesdasi Sekda Jawa Tengah Dr. Ir. Sri Puryono dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri Dr. Suhajar Diantoro.
Agenda hari kedua yang menjadi inti acara ini akan ada paparan narasumber dan diskusi bersama 34 sekda provinsi dan 504 sekda kabupaten/kota se-Indonesia.
Adapun pemateri dalam acara Munas ini diantaranya, Komite Pemberatasan Korupsi, Komisi Aparatur Sipil Negara dan Kementerian PAN-RB.

Artikel Terkait