PALEMBANG — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar bertindak sebagai Inspektur upacara pada peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 tahun 2017 tingkat Provinsi Sumsel, di halaman kantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Jum’at (27/10).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar membacakan sambutan tertulis Direktur Utama PT. PLN Persero, menjelaskan tentang tema peringatan hari listrik nasional tahun ini “Kerja Bersama Terangi Indonesia”.

Kerja bersama adalah representasi semangat gotong royong dan sinergi insan kelistrikan untuk terus membangun Indonesia lebih baik, melalui ketersediaan energi listrik yang cukup dan handal di seluruh pelosok negeri.

Dengan semangat ini, diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar individu, sinergi antar bagian, sinergi antar unit PLN, dan juga sinergi antara PLN dengan para stakeholder yang akan memberikan pengaruh terhadap kelancaran setiap program kelistrikan yang sedang dijalankan.

Dalam sambutan tertulis Direktur Utama PT. PLN Persero juga menjelaskan bahwa melalui program 35.000 megawatt (MW) dan penyelesaian program 7.000 MW yang dalam proses pembangunan, PLN berupaya untuk meningkatkan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, pencapaian penambahan pembangkit, transmisi dan gardu induk sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 untuk penambahan pembangkit sebesar 7.442 MW, penambahan transmisi sebesar 6.952 kms dan gardu induk sebesar 27.168 MVA.

Upaya pemerataan kelistrikan terus dilakukan. Jumlah desa berlistrik dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan. Saat ini jumlah desa berlistrik mencapai 73.656 desa. Program Desa Berlistrik selama kurun waktu 2017

Sampai dengan 2019 ditargetkan akan menambah desa baru sebanyak 6.594 desa. Pencapaian ini merupakan pencapaian luar biasa insan PLN yang dengan semangat bekerja bersama mampu mengatasi kondisi geografis yang penuh tantangan. Target cukup menantang masih menunggu, tahun 2019 target rasio elektrifikasi sebesar 97,4% yang telah ditetapkan harus tercapai.

Untuk diketahui, kondisi kelistrikan Provinsi Sumsel sendiri sudah lebih dari cukup, karena Sumsel lumbung listrik dengan produksi mencapai lebih dari 2.000 MW dan beban puncak 650 MW, sehingga sisanya disuplai ke daerah lain.

Di samping itu, pemanfaatan tenaga surya dalam peningkatan ketersediaan tenaga listrik sudah mulai digencarkan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui PDPDE bekerja sama dengan Sharp Corporation akan mulai mengagas pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) kapasitas 2 megawatt menggunakan sistem joint crediting mechanism (JCM). Rencananya PLTS senilai US$3 juta itu, dibangun di Jakabaring dalam waktu dekat.

Sekda Provinsi Sumsel, Nasrum Umar, mengakui potensi pertambangan di Sumsel sangat besar, tak hanya mineral batu bara, juga energi terbarukan seperti tenaga surya. “Ada dua lokasi sebenarnya, selain Jakabaring juga Pesisir Timur Sumsel yang kita jajaki bersama investor asing,” tandasnya. (ril)

Artikel Terkait