PALEMBANG — Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Joko Imam Sentosa,  pimpin Rapat Koordinasi Usulan Kegiatan Pembangunan Infrastruktur TIK TA 2017-2018  melalui Dana USO BPT3I Kementerian Komunikasi dan Informatika, bertempat di Ruang Rapat Bina Praja, Rabu (03/05).
USO (Universal Service Obligation) merupakan bagian dari kewajiban Pemerintah dalam memberikan pelayanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika kepada publik. Dana USO Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) merupakan dana yang dihimpun dari kontribusi dana penyelenggara jaringan dan jasa dari komunikasi yang berkewajiban menyetor dari setiap pendapatan kotor, kemudian dana yang terkumpul diwujudkan dalam berbagai program seperti akses internet, BTS Blankspot, Desa Broadband Terpadu, LPP TVRI dan LPP RRI.
Untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri pencapaian akses internetnya dikatakan Direktorat Pengembangan Pitalebar, ditjen PPI Kementerian Komunikasi dan informasi Marvels Situmorang ditahun 2015 program ada di 15 lokasi, dilanjutkan tahun 2016 terdapat delapan lokasi, kemudian di tahun 2017 tercapai program di 18 lokasi. Saat ini pula dikatakanya, terdapat 44 usulan lokasi yang terverifikasi dan tersurvey.
“Jadi semuanya kalau di resumekan ada 85 lokasi (verifikasi dan tersurvey) di Sumsel,” tuturnya
Sedangkan untuk pencapaian Desa Broadband terpadu di provinsi Sumsel ia juga memaparkan, pada tahun 2016 terdapat tiga lokasi antara lain  Desa Ngadirejo, Desa Tegal Rejo, Desa Talang Buluh (live akses internet), dilanjutkan tahun 2017 sebanyak tiga lokasi Desa Simpang Bayat, Desa Dewas, Desa Tempiral Utara (verifikasi dan survey).
“Namun kemajuan Infrastrktur TIK juga harus dilengkapi dengan ekosistem, jadi infrastruktur dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian serta pemberdayaan masyarakat,” katanya
Sementara Joko menambahkan, rapat ini merupakan rapat yang mengedepan dan strategis mengingat di era serba kemajuan ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi sarana yang dapat memberikan kemudahan pelayanan untuk masyarakat.
” Semenjak ada TIK dunia ini merasa kecil karena kejadian di belahan dunia bahkan bumi bisa disaksikan secara langsung,” ungkapnya
“Kemajuan TIK di kota-kota besar juga diharapkan merata hingga kepelosok daerah terpencil, inilah saya himbau semua yang ada disini untuk mengikuti rapat ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. (rill)

Artikel Terkait