Palembang- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar membuka rapat regional penjaringan program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi (PKP2Trans) tahun 2019 wilayah Sumatera, Kalimantan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara di Hotel Aston Palembang, Rabu malam (28/2).

Kegiatan yang berlangsung 28 sampai 1 Maret 2018 tersebut menghadirkan narasumber diantaranya Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi, Plt. Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi, R. Hari Pramudiono, Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah, Conrad Hendrarto, serta Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal, Ratna Dewi Andrianti.

Semntara itu peserta rapat tercatat sebanyak 180 orang terdiri dari instansi terkait pemerintah daerah wilayah Sumatera, Kalimantan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara serta dari Kanwil BPN Provinsi Sumsel.

Dalam sambutannya Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang telah mempercayakan Palembang Provinsi Sumsel sebagai tuan rumah rapat regional penjaringan usulan program PKP2Trans tahun 2019.

Sekda menyebutkan, Provinsi Sumsel sebentar lagi akan melaksanakan event akbar Asian Games ke-XVIII pada 18 Agustus 2018 mendatang. Untuk itu, Sumsel saat ini sedang giatnya melaksanakan pembangunan infrastruktur penunjang Asian Games. Khusus di bidang infrastruktur, Sumsel berhasil menyerap dana APBN sebesar Rp68 triliun yang merupakan penyerapan APBN terbesar dibandingkan Provinsi lain di Indonesia.

“Saya ingin sampaikan juga permohonan maaf kepada semua peserta yang datang dari luar Sumatera Selatan karena Palembang berantakan dan macet. Semua ini karena pembangunan infrastruktur Asian Games dilaksanakan bersamaan, mulai dari Jalan, Jembatan, Flyover, LRT dan lainnya,” ungkap Nasrun Umar.

Lanjut Nasrun Umar, pada sektor transmigrasi di wilayah Sumsel pilot project berada di Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur dan Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Sampai dengan tahun 2017 telah mencapai 235.378 Kepala Keluarga (KK) atau sama dengan 978.320 jiwa.

Menurutnya, melalui rapat regional penjaringan usulan program tersebut menjadi moment penting terlaksananya pembangunan nasional bidang transmigrasi sehingga dapat menyempurnakan sistem penyusunan dan memantapkan rancangan progam PKP2Trans dalam pembangunan kawasan transmigrasi tahun 2019. “Semoga pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan yang dapat menjadi pedoman prioritas program yang membanggakan kita semua,” harapnya.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi mengatakan, rapat regional  dilaksanakan sesuai dengan visi misi pembangunan nasional yakni melaksanakan pembangunan mulai dari desa-desa pinggiran. Menurutnya, transmigrasi menjadi bagian dari urusan desa dan daerah tertinggal yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan karena tingkat pemerintahan terendah adalah Desa.

“Pendekatan yang digunakan saat ini ketika menyatukan transmigrasi melalui pendekatan berpola kemitraan salah satunya dengan pengembangan ekonomi desa melalui Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades),” terangnya.

Lanjut Anwar Sanusi, rapat regional ketransmigrasian sangat penting dalam perencanaan dan memperoleh data calon lokasi pembangunan transmigrasi karena pembangunan ketransmigrasian berperan strategis pada pemerataan kesejahteraan. Selain itu, penjaringan usulan program tahun 2019 sangat penting bagi pemerintah pusat dan daerah sehingga usulan yang disampaikan Dinas Transmigrasi sesuai dengan regulasi yang ada.

“Memang fokus penjaringan usulan untuk di tahun 2019. Namun, bukan tidak mungkin dilaksanakan tahun 2018 karena saat ini masih diawal tahun anggaran 2018,” pungkasnya.Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Artikel Terkait