PALEMBANG — Dari Januari hingga September 2016, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 151 orang positif mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Lima diantaranya sudah meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular (P2N) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel  Drs Mulyono mengatakan, sebagai penyakit yang bisa menular, HIV/AIDS masih menjadi salah satu momok menakutkan bagi masyarakat. Menurutnya, semua pihak di Sumsel sudah seharusnya waspada. Selama 21 tahun terakhir (1995-2016), terdeteksi ada 1.204 pengidap HIV di Sumsel. Yang sudah positif terkena AIDS, yang merupakan stadium akhir dari HIV, sebanyak 1.182 orang dengan 135 orang meninggal dunia.

Sebagai ibu kota Provinsi, Kota Palembang menjadi daerah yang paling banyak ditemukan kasus HIV yakni 858 sejak 21 tahun terakhir dengan penderita AIDS 838 orang.

Disusul Prabumulih sebanyak 73  penderita HIV dan 30 orang penderita AIDS, 37 penderita HIV dan 18 orang AIDS di Lubuk Linggau serta di Ogan Komering Ulu (OKU) dengan 22 penderita HIV dan AIDS 35 orang.

Lalu di  Ogan Ilir (OI) ditemukan 9 penderita HIV dan 42 penderita AIDS, Ogan Komering Ulu Timur dengan 10 penderita HIV dan 13 orang penderita AIDS.

Ditinjau dari sisi usia, diungkapkan Mulyono, terbanyak yang terkena pada Januari sampai September tahun 2016 HIV yakni 20-29 tahun. Jumlahnya untuk Laki-laki 31 orang dan untuk perempuan sebanyak 17 orang. Sedangkan penderita AIDS untuk Laki-laki 120 orang dan untuk penderita Perempuan sebanyak 31 orang. Disusul penderita usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun.

”Sebagian besar mereka yang kena penyakit ini masih dalam usia produktif dan untuk jenis kelamin, penderita HIV/AIDS  pria jauh lebih banyak dari wanita,” katanya.

Selain penggunaan narkoba jarum suntik dan seks bebas, penularan virus HIV juga bisa melalui ibu rumah tangga dan ibu hamil yang menderita HIV positif yang menularkan kepada anaknya.

“Persentase tertular selama proses kehamilan sekitar 10 persen, dalam proses menyusui 10 persen dan selama proses persalinan sekitar 25 persen. Bayi yang dikandungnya berpotensi untuk tertular juga,”ucapnya.

Gejala utama penderita HIV yakni, demam panjang lebih dari tiga bulan, diare kronis lebih dari sebulan terus menerus dan berulang, serta berat badan turun lebih dari 10 Kg dalam tiga bulan.

Beberapa gejala minornya, seperti batuk kronis lebih dari sebulan, infeksi mulut dan tenggorokan karena candida albicans. Lalu terjadi pembengkakan menetap kelenjar getah bening, munculnya herpes zooster berulang dan bercak gatal di seluruh tubuh.

”Kalau sudah ada gejala itu, masyarakat bisa memeriksakan diri secara gratis di voluntary counseling and testing (VCT) yang ada di rumah sakit dan puskesmas di beberapa daerah di Sumsel,” ajaknya. (juniara)

RelatedPost