Lubuklinggau – Usai meninjau Lanudad Gatot Subroto Way Kanan Provinsi Lampung, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru melanjutkan kunjungan kerjanya meninjau Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau, Sabtu (27/10). Menurut Menhub, besar kemungkinan akhir tahun Bandara tersebut akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

” Panjangnya sudah cukup baik ya, 2250 lebar 45 , hanya memang masih ada yang belum tapi dari evaluasi saya itu bisa kita selesaikan karena ada tambahan anggaran sehingga kita upayakan minggu ketiga Desember sudah selesai . Saya memang akan mengundang pak Presiden atas usulan pak Gubernur kalau bisa akhir Desember atau paling lambat awal tahun depan diresmikan,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi di sela kunkernya ke Sumsel.

Masih kata Budi, Kota Lubuklinggau membawahi banyak kabupaten seperti Bengkulu, Muratara dan Musirawas sehingga operasional bandara Silampari yang lebih sempurna ini akan memudahkan akses transportasi bagi masyarakat yang ada di pelosok. Maka dari itu Budi berharap tiga bandara di antaranya Silampari dan Gatot Subroto serta Banding Agung sedapat mungkin diselesaikan pembangunannya untuk segera diresmikan.
” Kalau tiga bandara itu bisa selesai saya sebagai putra daerah tentu merasa bangga. Masyarakat yang ada di ujung-ujung juga dimudahkan,” tambah Budi.

Menurut Budi pembangunan seperti ini juga dilakukan di provinsi lain. Seperti di Kalimantan Timur dan Papua. Harapannya ini akan berdampak pada pengembangan perekonomian daerah seperti OKU Selatan, Lubuklinggau serta daerah lain di sekitarnya termasuk OKU Timur.
“Ini bisa jadi modal untuk Sumatera Selatan di bagian selatan agar bisa mengimbangi pertumbuhan ekonomi Palembang. Kalau semua sisi dari Indonesia ini berkembang baik maka kontribusi ini artinya real,” jelas Menhub.

Lebih jauh dikatakan Menhub, infrastruktur memang penting bagi kebangkitan suatu bangsa contohnya seperti Thailand dan Vietnam.

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, dirinya merasa bangga karena dipercaya Presiden memantau kemajuan dan pembangunan Sumsel selama empat tahun terakhir. Sejauh ini kata HD tak kurang Rp100 triliun dana dikucurkan pusat untuk pembangunan di Sumsel salah satunya pembangunan Jalan Tol Palindra yang sudah bisa digunakan.
” Dulu di KM 32 Indralaya itu kalau mau ke Palembang tidak bisa diprediksi. Kalau ada mobil terbalik bisa 3 jam, 6 jam bahkan 8 jam. Sekarang sejak ada tol cuma 15 menit,” ujarnya.

Menurut HD setelah Palindra, dalam waktu dekat pemerintah tahun depan akan melakukan pembangunan jalan mulai dari Pangkalan Balai ke Palembang. Sedangkan untuk Sumsel sendiri jelas dia jalan provinsi dijamin mulus pada tahun 2019.
“Itu kewajiban provinsi 2019 jalan mulus. APBD akan difokuskan ke sana,” jelasnya.

Dalam kesempatan sosialisasi empat tahun kerja pemerintah di Gedung Kesenian Lubuk Linggau, Gubernur Sumsel HD juga meyakinkan perekonomian Sumsel akan lebih menggeliat. Selain didukung jalan dan transportasi darat dan udara yang cukup, dirinya juga berkomitmen memenuhi janjinya merealisasikan pabrik ban. (ADV)

Artikel Terkait