Laskarwongkito.com — Salah satu proyek inovasi infrastruktur modern yang sedang dilakukan oleh Palembang adalah pembangunan jalur kereta api ringan (Light Rail Transit) atau LRT dengan jarak sejauh 24,5 kilometer. Jalur kereta LRT ini akan memberikan akses bebas hambatan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Gelora Stadion Jakabaring Palembang, tempat nantinya arena olahraga berstandar internasional diadakan.

694678fb-7cf8-4d2f-9f17-e77ff7dc8b14

(sumber foto: Laskarwongkito.com)

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan dalam suatu kesempatan, kalau Palembang siap menjadi tuan rumah Asian Games. Buktinya dengan rancangan infrastruktur yang akan dibangun seperti Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI, tiga ruas jalan tol, jembatan layang dan underpass yang menjadi pondasi dasar untuk mempermudah tiap orang mengakses transportasi. Namun, proyek LRT dianggap paling berat.

Proyek senilai 7,2 triliun rupiah ini dibiayai oleh Pemerintah Pusat lewat APBN dan konstruksi yang dipercayakan ke PT Waskita Karya Tbk yang terbukti mempunyai track record membangun infrastruktur yang ada di Indonesia mulai dari konstruksi jalur layang, stasiun dan fasilitas operasi lainnya. Jika boleh diungkapkan, apa yang sedang dikerjakan saat ini benar-benar istimewa buat Sumatera Selatan, khususnya Palembang.

lrtpalembang

(sumber foto: mediaindonesia.com)

Lewat Asian Games mampu mengubah Palembang dengan berbagai infrastruktur yang mengagumkan di Indonesia. Palembang menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki transportasi massal LRT. Tentunya apabila berhasil dapat menjadi kota percontohan bagi kota-kota di provinsi lainnya untuk memiliki transportasi umum yang dapat mengatasi kemacetan di masa depan.

Tiang pancang tinggi pun sudah mulai ditancapkan di jalur-jalur perlintasan LRT. Akan ada dua koridor yang terdiri dari koridor pertama sepanjang 14,5 kilometer dengan rute bandara SMB II menuju Masjid Agung, dan koridor kedua sepanjang 10 kilometer dari Masjid Agung menuju Jakabaring Sport City.

aktivitas-pembangunan-light-rail-transit-lrt-atau-kereta-api-_160229154325-775

(sumber foto: static.republika.co.id)

Selain itu juga direncanakan memiliki 13 stasiun pemberhentian, yaitu mulai dari Bandara SMB II, Depan komplek PDK, simpang KM 9 Dolog, Depan Telkom Haji Burlian, Pasar Pal 5, Simpang Polda, Simpang Angkatan 45, Palembang Square Mall, Pasar Cinde, Masjid Agung Palembang, Ampera, Polresta, Stadion Jakabaring, OPI, dan Depo.

Bisa dibayangkan dengan titik pemberhentian di lokasi strategis tentunya kita bisa berhenti di zona-zona yang dilalui. Terdapat 5 zona rute LRT Palembang yang dibagi:

Zona I : Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Simpang Bandara – Simpang Tanjung Api-Api

Zona II : Jalan Tanjung Api-Api – Jalan Kol. H. Burlian – Simpang Polda – Jalan Demang Lebar Daun

Zona III : Simpang Angkatan 45 – Jalan Angkatan 45 – Simpang Palembang Icon Mall – Jalan Kapten A. Rivai – Simpang Charitas – Jalan Jenderal Sudirman

Zona IV : Jembatan Ampera – Jalan Gubernur H. A. Bastari dan zona D

Zona V : Jakabaring Sport City

Trase-LRT-Palembang

(sumber foto: tanah-palembang.com)

Kalau dilihat dari zona yang dilalui, tampaknya akan melewati beberapa tempat wisata menarik yang ada di Palembang. Misalnya jalur zona III dan IV kalau kita mau lihat pusat kota, mall atau melintasi Sungai Musi. Efek lain yang timbul bisa dimanfaatkan sebagai transportasi alternatif jika mau ke bandara lebih efisien waktu.

Adanya LRT di Palembang semacam bentuk inovasi infrastruktur yang membantu mengurangi kemacetan kota Palembang di masa depan. Hm, bagaimana sudah tidak sabar ya, menunggu LRT nya selesai? (red/dil)

Artikel Terkait