PALEMBANG — Suasana duka tampak jelas menyelimuti keluarga almarhum Lettu Cpn Yohanes Syahputera, korban kecelakaan helikopter Heli Bell 412 yang jatuh di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (24/11) lalu.

Aini Haslan, orang tua dari Almarhum Yohanes mengaku menerima kabar duka meninggalnya Yohanes dari salah satu komandan squadron di Way Tuba, Lampung, Letkol Syamsudin, yang datang kediamannya pada pukul pada pukul 2 dinihari tadi.

Ditemui dikediaman almarhum di Desa Sungai Pinang Dusun II No. 18 RT 05 Kec. Rambutan, Banyuasin, Senin (28/11), Aini mengatakan, seperti biasa almarhum Yohanes menghubunginya sebelum melaksanakan tugas mengantarkan logistik ke wilayah perbatasan. Namun, dirinya tidak menyangka bahwa itu merupakan komunikasi yang terakhir dengan sang putra.

“Almarhum setiap dia mau terbang baik dinas atau latihan dia selalu telpon saya. Dia selalu minta doa restu. Hari Kamis (24/11) sekitar jam 09.25 WIB dia telpon untuk berpamitan. Setelah itu tidak ada kabar berita lagi.” Ujar Aini, diwajahnya masih tampak raut sedih.

Aini mengaku sempat berniat untuk berangkat ke Jakarta untuk menumpang bersama petugas yang akan pergi ke lokasi tempat jatuhnya helikopter. Namun, niatnya diurungkan karena tidak mendapatkan izin dari pihak TNI.

“Saya rencana mau berangkat hari Jumat (25/11) pagi. Kalau ada salah satu anggota yang kesana saya mau ikut mencari. Ternyata tidak bisa.” tutur Aini.

Menurut Aini, jenazah almarhum Yohanes Syahputera direncanakan akan dipulangkan ke pihak keluarga, Selasa (29/11) besok. Sementara pihak keluarga mengaku masih akan berkoordinasi dengan pihak TNI untuk prosesi pemakaman jenazah.

Almarhum Lettu Cpn Yohanes Syahputera meninggalkan sang istri Ayie Zaini bersama dua orang putri masing-masing Tisha berusia 3,5 tahun dan bayi berusia 2 bulan. (juniara)

RelatedPost