PALI — Bupati PALI Heri Amalindo didampingi sang istri yang juga ketua TP PKK Kabupaten PALI Hj Sri Kustina dicuci kakinya sebelum memasuki panggung acara Kontes Lagu Campursari (KLC) oleh panitia. Ritual ini merupakan salahsatu budaya Jawa yang mencerminkan rasa hormat kepada pemimpin.

KLC sendiri merupakan kegiatan yang diadakan Radio PALI satusatunya radio yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 71, juga mengangkat budaya, walaupun kultur kabupaten PALI adalah melayu namun masyarakat PALI terdiri dari banyak pendatang dari berbagai suku dan budaya. Kegiatan tersebut digelar dihalaman Radio PALI, Selasa (30/8).

Dalam sambutannya, Bupati PALI mengatakan bahwa sebagai daerah dengan warganya yang beragam suku serta kultur budaya, kegiatan ini perlu diadakan secara rutin sebagai ajang silaturahmi.

“Daerah kita bukan hanya orang PALI saja, namun banyak pendatang dengan berbagai budayanya. Ini menandakan PALI sangat kaya, dan kegiatan ini sebagai silaturahmi antara pendatang dan asli pribumi sebagai upaya menjaga kerukunan,” ucapnya.

Dengan hidup tentram, lanjut Bupati segala aktivitas hidup bisa tenang.

“Mari berbuat yang baik, jaga kerukunan serta pererat tali silaturahmi. Kalau sudah demikian kita bisa tenang dalam menjalankan hidup termasuk membangun kabupaten ini,” pesannya.

Dalam kegiatan itu, selain KLC juga digelar bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pelayanan KB gratis dan perekaman e-ktp. (yudhi)

Artikel Terkait