Seluruh skuad Sriwijaya SFC dikumpulkan oleh manajemen pasca 2 laga di kandang yang berakhir imbang, Rabu (8/4) siang. Bertempat di hotel Swarna Dwipa Palembang, pertemuan ini dipimpin langsung oleh manajer laskar wong kito, Robert Heri. Namun Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel tersebut mengaku bahwa pertemuan tersebut tidak ada kaitannya dengan hasil kurang maksimal Ferdinan Sinaga dkk di 2 laga awal Qatar National League (QNB) League 2015.

“Pertemuan ini sering kita lakukan, dan pembahasan hari ini mengenai persiapan SFC untuk menghadapi 2 laga away pertama musim ini. Kita dari manajemen mendengarkan dan berdiskusi dengan pelatih serta pemain tentang laga melawan PSM Makassar dan Persiba nanti,” jelasnya. Acara yang dimulai pada pukul 12.00 ini berlangsung selama lebih kurang 1 jam dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Kapten tim SFC, Titus Bonai menjelaskan dalam pertemuan tersebut lebih banyak membahas mengenai kesiapan pemain menghadapi 2 laga away nanti. “Target kita jelas ingin mendapatkan poin selama away tersebut, acara ini sangat bagus untuk menjalin keakraban serta kekompakan. Pemain sendiri sudah bertekad memberikan yang terbaik nanti, evaluasi dari pelatih mengenai 2 laga away ini sudah kita bahas bersama,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah tertekan setelah hanya berhasil meraih 2 poin di kandang pada 2 laga pertama, Tibo menjelaskan bahwa rekan-rekannya sudah melupakan dan bersiap memperbaikinya di laga away nanti. “Pasti ada kekecewaan karena gagal meraih poin penuh, namun kita sudah bekerja keras dan semua juga bisa melihat sebenarnya banyak peluang yang kita raih namun belum berbuah gol,” terang eks pemain Persipura ini.

Dirinya pun meminta seluruh pecinta SFC untuk terus memberikan dukungannya kepada seluruh pemain di setiap laga yang dimainkan nantinya. “Kompetisi masih panjang, masih banyak pertandingan yang harus dimainkan. Secara umum SFC sudah berusaha yang terbaik, di dua laga awal ini meski selalu tertinggal terbukti semangat pantang menyerah membuat kita tidak kalah. Di satu sisi menunjukkan bahwa kita tidak mudah dikalahkan, namun seharusnya kita yang memimpin karena sebenarnya peluang untuk ke arah sana sangat terbuka dengan banyaknya peluang yang diciptakan,” tambahnya.

Artikel Terkait