PALEMBANG – Sebanyak 2.460 personil kepolisian disebar untuk mengamankan persiapan menjelang mudik lebaran 1438 H. Ribuan personil tersebut akan disebar di 115 pos pengamanan dalam operasi Ramadniya Musi 2017 .

Selain dari personil kepolisian, juga ada personil dari instansi terkait sejumlah 2.298 orang yang nantinya akan bergabung dalam posko pengamanan Operasi Ramadniya Musi 2017, hal itu dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto usai Rapat Koordinasi Operasi Ramadniya 2017 di Auditorium Bina Praja, Kamis (15/06).

“Personil pengamanan seluruhnya berjumlah 4.758 orang, dari kita personil penganan berjumlah 2.460 orang ditambah dari Pemerintah provinsi, dari Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan.

Arahan dari Gubernur merea-mereka harus bersatu dalam satu posko di lapangan untuk antisipasi,” jelasnya.

Sebagai nntisipasi karena masih ada 48 titik jalan masih rusak dan dalam tahap perbaikan, diharapkannya dalam satu seminggu kedepan sudah dalam kondisi baik.

“Tetapi bila jalan tersebut belum selesai diperbaiki akan kita pasang rambu-rambu agar masyarakat yang melalui jalan itu tidak terjebak dan membahayakan,” ujarnya.

Kapolda Sumsel menambahkan, pengamanan berdasarkan sasarannya adalah orang, barang dan tempat. Kalau orang pelaku kejahatan sudah saya laporkan,sudah sebanyak 549 orang sudah kita tangkap dari 449 kasus yang diungkap.

“Rinciannya, Pencurian dengan Kekerasan (Curas) ditangkap 119 orang dari 116 kasus, kasus Pencurian dengan pemberatan (Curat) 309 ditangksp dari 271 kasus diungkap, Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) 121 pelaku dari62 perkara,” urainya.

Selain mengungkap kasus Polda berhasil mengamankan dari Razia Premanisme, Petasan dan Miras dengan meangkap 70 orang preman, menyita 457.000 buah perasan dan 33.906 botol minuman keras. Untuk pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba Polda menvungkap 335 perkara dengan jumlah tersangka 433 orang dengan barang bukti yang diamankan, Sabu 6.604,39 gram, Ganja 21.151,28 gram, Extacy 21.280 butir.

“Dari kasus yang diungkap dan tersangka yang ditangkap mungkin masih ada, kami minta masyarakat untuk tetap waspada. Selain orang tempat juga kita adakan pengamana seperti tempat terbuka, tempat wisata juga Mall-mall, pertokoan, pegadaian, Perbankan semuanya,” tegasnya.

Untuk saat ini daerah rawan tindak pidana di dominasi kota-kota besar, untuk penanganannya disesuaikan dengan jenis ancamannya dan akan ditindak tegas untuk pelakunya. (Juniara)

Artikel Terkait