Manajemen Sriwijaya FC menggelar rapat penting secara internal yang dipimpin langsung oleh manajer Robert Heri, Jumat (19/6) siang di hotel Swarna Dwipa Palembang. Salah satu poin yang menjadi pembahasan adalah wacana pembubaran laskar wong kito yang sudah mencuat belakangan ini.

Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid mengatakan bahwa dalam rapat ini, jajaran manajemen menyiapkan laporan resmi serta rekomendasi kepada Presiden Klub terkait kondisi terakhir klub. “Kita siapkan opsi memberikan libur tambahan kepada seluruh pemain atau pembubaran tim dikarenakan sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan mengenai kondisi sepakbola di tanah air,” ujarnya usai rapat.

Menurutnya, saat ini operasional klub memang mengalami masalah setelah para sponsor yang awalnya diyakini akan tetap mengucurkan dana ternyata tidak sesuai harapan. “Sebenarnya, saat pertemuan terakhir dengan pemain hal ini juga sudah sempat dicetuskan. Bahwa jika dalam 2 bulan pasca penghentian kompetisi atau sanksi FIFA turun belum juga ada perubahan, maka opsi pembubaran tim bisa saja diambil,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa fokus utama SFC saat ini adalah memikirkan kelangsungan klub terlebih dulu, sehingga keikutsertaan klub pada turnamen Piala Presiden menjadi prioritas kedua. “Untuk tetap bertahan, klub itu butuh kepastian dan pegangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kalau seperti ini maka seperti terombang-ambing tidak jelas, soal turnamen Piala Presiden seperti kami katakan sebelumnya bahwa undangannya memang benar sudah kami terima, namun surat lanjutan rekomendasi dari PSSI hingga saat ini belum menyusul, ” keluhnya.

Dirinya menyebut sanksi FIFA yang sampai batas yang tidak ditentukan sangat berpengaruh dan menjadi salah satu permasalahan terbesar yang dialami klub saat ini. “Hukuman itu kan tidak disebutkan kapan akan berakhir, jadi seandainya hingga akhir 2015 maka klub bisa punya rencana konkrit untuk bertahan hidup,” tegasnya. Namun jajaran manajemen sendiri sepakat bahwa keputusan akhir mengenai masalah ini akan diserahkan kepada Presiden Klub SFC. “Secara resmi rekomendasi atau hasil rapat ini akan dikirimkan ke beliau, karena sebelumnya Presiden Klub juga mengambil sikap sesaat setelah sanksi FIFA turun, kami percaya beliau punya langkah terbaik untuk SFC kedepannya,” tandasnya.

Selain itu pihaknya juga kembali mengingatkan kedua lembaga yakni Menpora serta PSSI untuk segera menepati janjinya melakukan gerak cepat untuk menyelamatkan sepakbola nasional. “Kemarin Menpora saat rapat bersama DPR RI menyebut siap duduk bersama dengan PSSI sebelum puasa, namun kini faktanya pertemuan itu belum juga berlangsung,” sindirnya.

Artikel Terkait