PALEMBANG — Partai antara PSM Makassar melawan Sriwijaya FC, Minggu (21/5) sore di stadion Andi Mattalata Matoangin menjadi debut Sandi Firmansyah bersama laskar wong kito musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2017. Penjaga gawang asal Malang ini diturunkan tim pelatih menggantikan Teja Paku Alam di menit 35 babak pertama dan dinilai bermain cukup baik menahan gempuran penyerang Juku Eja.

Bahkan debut eks pemain Persegres ini nyaris sempurna sebelum akhirnya gawangnya harus kebobolan di menit 96 setelah wasit Hadiyana memberikan keputusan penalti kontroversial bagi SFC. Sandi sendiri mengaku penampilannya yang pertama bersama SFC cukup baik dan siap bila kembali dipercaya bermain kedepannya.

“Saya tidak ada feeling sebelumnya, namun sebagai pemain tentu harus selalu siap di segala kondisi. Kemarin saat melihat Teja di babak pertama sudah 2 kali mendapat perawatan serius dari medis karena benturan keras dengan lawan, maka saya semakin fokus karena bisa saja diturunkan dan ternyata benar,” ungkapnya saat dihubungi Senin (22/5) sore.

Menurutnya, meski terus ditekan sepanjang pertandingan, namun dirinya menyebut pertahanan SFC sebenarnya mampu menghalau gempuran tersebut. “Saya senang karena semua pemain mau kerja keras, tidak ada yang tidak berlari. Sebagai penjaga gawang, saya jadi hanya tinggal mengkoordinir lini belakang dan seharusnya kami mendapat hasil yang lebih baik, saying kurang beruntung saja,” tambahnya.

Kedepan, menghadapi Madura United (27/5) Sandi mengaku juga siap bila nantinya diberikan tanggung jawab kembali dibawah mistar gawang SFC. “Tidak ada persaingan di SFC, semua saling membahu mendukung kepentingan tim. Kami sendiri harus segera bangkit, melupakan laga melawan PSM kemarin dan fokus bersiap menghadapi Madura United, kemenangan target mutlak untuk terus bersaing di klasemen Liga 1,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait