PALI — Perhelatan akbar Asian Games 2018 mendatang yang akan digelar di Jakarta dan Palembang akan dimanfaatkan kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk lebih mengenalkan potensi daerah kedepannya.

Kabupaten baru yang berjuluk Bumi Serepat Serasan ini sendiri aset yang terpendam yakni Bandara peninggalan PT PDSI,perusahaan minyak sebelum Pertamina. Bandara yang dulu disebut lapangan terbang Stanvack dengan panjang landasan sekitar 1.800 meter ini jika dikelola dan dibenahi tentu bisa digunakan di ajang Asian Games mendatang, karena diprediksi bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II selama tidak akan bisa menampung seluruh pesawat yang datang di kota pempek itu.

Kesempatan ini dilirik oleh Pemkab Pali dan merencanakan menambah landasan menjadi 3.000 meter agar Bandara di PALI bisa layak digunakan untuk mendaratkan pesawat yang lebih besar lagi. Rencana untuk mengaktifkan kembali serta menambah landasan Bandara tersebut disampaikan Bupati PALI Heri Amalindo beberapa waktu lalu.

“Sudah beberapa kali bandara kita digunakan untuk mendaratkan pesawat dan semuanya sukses. Kedepan menyongsong Asean games kami akan menambah landasan dan membenahi sarana yang lain agar Bandara kita layak dan bisa dijadikan pendaratan pesawat jenis boing,” jelas Heri.

Selain bandara, orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan ini mengatakan momen besar seperti Asian Gamesadalah kesempatan PALI untuk bisa mengenalkan seluruh potensinya. “Kesempatan ini jangan kita sia-siakan,karena kita mempunyai banyak segudang potensi. PALI pernah mengalami kejayaan dan terkenal di dunia di era 70an sebagai penghasil minyak terbesar di Asia Tenggara dan kesempatan untuk mengangkat serta menarik minat investor untuk datang ke PALI terbuka lebar,salah satunya dengan membuka bandara ini,” imbuhnya.

Bahkan pihaknya mengatakan bahwa peluang Bandara di PALI kedepan menjadi bandara internasional dan menjadi Embarkasi haji tetap terbuka.”Semakin hari manusia semakin padat,dan tidak mungkin Bandara yang ada di Palembang bisa menampung semuanya.Dari sekaranglah kita harus memanfaatkan aset ini supaya bisa menopang dan menjadi Bandara internasional bahkan menjadi Embarkasi haji yang melingkupi kabupaten disekitar kita, karena PALI letaknya ditengah-tengah dan menjadi segitiga emas di Sumatera Selatan ini,” pungkasnya. (yudhi)

RelatedPost