Laga sengit dipastikan terjadi saat Sriwijaya FC bertemu Persela Lamongan di laga terakhir grup B Piala Presiden 2015, Rabu (9/9) di stadion Kanjuruhan Malang. Kedua tim sudah menyatakan akan saling menyerang sejak menit awal untuk merebut 1 tiket tersisa ke babak 8 besar dari grup B.

“Kami pasti akan tampil menyerang dan mengincar poin penuh, meski ada kemungkinan walaupun hanya bermain imbang, SFC akan tetap lolos,” ujar pelatih SFC, Beny Dollo saat dihubungi Selasa (8/9) sore. Menurutnya, pihaknya akan tetap bermain normal, mengingat akan saat beresiko jika hanya mengincar hasil imbang.

“SFC akan tetap bermain normal, dalam 2 sesi latihan terakhir fokus kita pun adalah memperbaiki organisasi secara keseluruhan. Walaupun memang sedikit lebih banyak lini pertahanan yang kita asah, tapi secara umum tidak ada masalah,” jelasnya. Selain itu, penyelesaian akhir di lini depan yang juga masih terlihat saat melawan Arema Cronus pun tetap diperbaiki.

“Dua masalah itu memang yang kita evaluasi, cuma sebenarnya yang harus diingat seluruh pemain adalah konsentrasi penuh selama 90 menit,” tandasnya. Pihaknya pun menegaskan bahwa pemainnya pun tidak mengalami tekanan di laga ini dan akan tampil seperti biasa. “Tidak ada yang namanya trauma set piece atau duel udara, sebagai pemain profesional mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Persela Lamongan Didik Ludiyanto menyatakan pihaknya siap meladeni permainan terbuka yang dikembangkan oleh laskar wong kito. “Dalam 2 hari terakhir kami sudah menyiapkan strategi menggempur sejak menit awal, karena selain pertahanan yang terbaik adalah menyerang, hanya kemenangan yang akan mampu membawa Persela lolos ke babak selanjutnya,” ujarnya.

Dirinya pun menyatakan bahwa selain membenahi teknis penyelesaian akhir di lapangan, tim pelatih pun terus memompa semangat bermain Chairul Huda dkk. “Kami ingatkan mereka bahwa tidaklah penting nama besar ketika sudah memasuki lapangan, yang ada hanya semangat dan motivasi yang besar. Tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan,” tegasnya.

Didik pun tidak khawatir meskipun lini depan Persela di 2 pertandingan sebelumnya baru mampu mencetak 2 gol. “Melawan PSGC Ciamis, kami pun banyak dapat pelajaran berharga karena gantian tim lawan yang bertahan dan menunggu untuk serangan balik. Meski hanya 1 gol yang bisa kami ciptakan, namun setidaknya ada sisi positif yang saya lihat bahwa hal tersebut dari sebuah proses, yang jelas tidak ada yang dapat memprediksi apakah kami bertahan atau SFC yang tampil menyerang, bisa saja terjadi sebaliknya,” tambahnya.

Perkiraan susunan pemain SFC :

4-2-3-1 : Dian Agus Prasetyo, Wildansyah, Abduolaiye Maiaga, Fahrudin, Syaiful Indra Cahya, Asri Akbar, Yu Hyun Koo, Titus Bonai, Syakir Sulaiman, TA Musafri, Patrick Wanggai

Cadangan : Yogi Triana, Fathulrahman, Ngurah Nanak, Hapit Ibrahim, Anis Nabar, Alan Martha, Rizky Dwi Ramadhana