PALEMBANG — Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menyambut antusias misi dagang dari provinsi Jawa Timur (Jatim).

Setidaknya, dalam misi dagang kali ini ada 20 pelaku usaha yang didatangkan dari Jatim untuk melihat peluang kerjasama disektor perdagangan untun berbagai komoditi.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi Sumsel, Ir H Permana mengakui bahwa transaksi dagang antara provinsi Sumsel dan jatim masih tergolong minim dibandingkan dengan provinsi Sulawesi Selatan serta NTT dan NTB.

Menurut Permana, dengan adanga misi.dagang yang dilakukan provinsi Jatim dapat membuka peluang dan menjadi tantangan bagi Sumsel untuk meningkatkan neraca perdagangan khususny pada lima komoditi utama seperti Karet, Kelapa Sawit, Batubaru dan Kopi serta Teh.

“Target kita sebesar-besarnya komoditi yang ada dapat ditransaksikan, dan akan kita kembangkan lagi supaya lebih variatif,” ucapnya.

Selain itu, Permana juga menjelaskan, saat ini komoditi perikanan provinsi Sumsel juga masuk kategori baik sehingga bisa menjadi peluang dagang baru.

Dengan berbagai komoditi yang dimiliki, diharapkan Sumsel bisa menyuplai kebutuhan Jatim akan komoditi tersebut, begitu juga sebaliknya. Provinsi Jatim adalah provinsi yang terkenal akan hasil garam dan cabai.

” Untuk garam kita (provinsi Sumsel) masih kekurangan, stok garam hanya ada untuk dua bulan kedepan, sementara  untuk Jatim cukup banyak untuk itulah kita saling penuhi kebutuhan melalui transaksi dagang,” katanya.

Ditambahkannya, nilai transaksi Sumsel ke Jatim hanya mencapai angka empat triliun sementara dari Jatim ke Sumsel hanya enam triliun pertahun.

“Transaksi Sumsel masih kecil dibanding provinsi lainnya, masih diurutan ke 14 dalam nilai transaksi perdagangan. Oleh karena itu Pakde Karwo meminta supaya perdagangan dengan Sumsel ditingkatkan,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait