Walau hanya berada di Palembang kurang dari 24 jam, namun Michael Salgado mengaku cukup menikmati suasana seru saat hadir dalam laga eksebisi yang mempertemukan Sriwijaya FC melawan Starbol Indonesia, Sabtu (27/6) malam kemarin. Bahkan menurutnya, beberapa rekor pribadi berhasil ditorehkannya dalam laga yang berkesudahan 3-0 bagi kemenangan tim tuan tuan rumah ini.

“Baru kali ini saya tiba hanya 2 jam sebelum kick off, walau masih jetlag namun saya harus tetap fokus bermain,” ujarnya eks pemain Real Madrid ini. Bahkan dirinya mengaku baru bisa mandi di stadion GSJ hanya 1 jam sebelum pertandingan dimulai. “Bahaya kalau saya sampai tidak mandi, nanti seluruh pemain di lapangan bisa protes ke saya dan wasit memberikan kartu,” candanya.

Selain itu, dua gol yang dicetaknya di laga ini menurutnya merupakan kejadian pertama kali sepanjang dirinya bermain bola. “Kamu tahu mencetak gol itu sulit, mungkin buat Ronaldo atau Messi semuanya terlihat mudah. Saya pernah bikin 1 gol saat pertandingan, di pertandingan kemarin seharusnya saya bikin 4 gol, namun 2 diantaranya membentur tiang,” tambahnya.

Dirinya pun berjanji akan berusaha untuk kembali ke Palembang pada tahun mendatang dan membawa rekan-rekannya yang lain. “Seharusnya saya datang bersama Roberto Carlos, namun dia berhalangan hadir sekarang. Mudah-mudahan kedepan saya bisa datang lagi dalam kaitan Road To Asian Games 2018 di Palembang,” ujar pemain yang mengakhiri karier bersama Blackburn Rovers di Premier League ini.

Diakuinya, sejak menginjakkan kaki di bandara SMB II, dirinya sudah mendapat sambutan hangat dari kelompok suporter Real Madrid di Palembang. “Sekarang di pikiran saya Indonesia bukan hanya Bali yang merupakan tempat yang sempurna untuk liburan atau Jakarta semata, ada Palembang yang juga kedepan masuk dalam agenda saya,” bebernya,

Soal sanksi FIFA yang saat ini masih diterima oleh PSSI, menurutnya tidak menghalagi dirinya untuk hadir di laga eksebisi kemarin. “Saya sudah mendengar soal itu, tapi kegiatan ini tidak termasuk agenda resmi FIFA dan murni untuk eksebisi. Soal sanksi, saya berharap Indonesia dapat segera menyelesaikan seluruh permasalahan karena pasti proses pembinaan pemain akan terganggu sebab mereka tidak akan dapat berkompetisi di level internasional,” jelasnya.

Artikel Terkait