Palembang- Setelah melakukan grand opening pada akhir Juni lalu, Senin (17/9) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel resmi diberi nama menjadi RSUD Siti Fatimah. Peresmian nama ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mengatakan pemberian nama ini sudah melalui pembahasan yang panjang dengan melibatkan berbagai tokoh masyarakat Sumsel, kalangan dewan serta sejumlah anggota LVRI Sumsel. Dari lima nama yang diusulkan, akhirnya disetujuilah nama Siti Fatimah menjadi nama RSUD kebanggaan Sumsel. Sosok Siti Fatimah ini sendiri tak lain merupakan istri dari pejuang kemerdekaan Muhammad Noerdin Pandji yang juga merupakan orangtua dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
“Ini sudah dirembukkan banyak pihak. Bukan karena ia ibu gubernur tapi beliau benar-benar berjasa. Karena saat ayah saya Mayor M Noerdin Pandji berjuang melawan penjajah ibu Siti Fatimah ikut merawat prajurit-prajurit yang terluka. Ini kesaksian beberapa veteran. Karena itu kami minta diikhlaskan agar nama RSUD ini diberi nama Siti Fatimah. Semoga menjadi berkah bagi kita semua,” ucap Alex.
Alex berharap RSUD ini dapat menjadi RSUD percontohan dan bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya di Sumsel. Sehingga nama Siti Fatimah akan ikut dikenang sepanjang masa.
Alex juga mengatakan, peresmian RSUD ini bukan hanya menjadi cita-citanya tapi cita-cita seluruh masyarakat. Dengan fasilitasnya yang lengkap dan canggih, diharapkan RSUD ini jadi alternatif pilihan masyarakat selain berobat keluar negeri.
” Bayangkan ini bantuan dari APBN batu Rp85 miliar dari komitmen Rp 900 miliar. Dengan bantuan hampir Rp 1 triliun itu bisa dibayangkan seperti apa fasilitasnya. Kalau selama ini ada yang berobat ke Singapura, nanti tidak perlu lagi cukup berobat disini saja, dengan harga yang lebih terjangkau,” terangnya.
Menurut gubernur kebanggan masyarakat Sumseo tersebut, dulu banyak yang yak percaya Sumsel bisa membangun RSUD semegah ini, membangun LRT, menjadi tuan rumah Sea Games dan Asian Games. Tapi dengan kemauan yang kuat, hal itu justru terbantahkan.
“Kalau kita mau, kita tulus, Insya Allah akan meridhoi,” ujarnya dengan yakin. Karena itu diapun berpesan kepada masyarakat Sumsel untuk terus menjaga keinginan dengan kemauan yang kuat demi kemajuan Sumsel ke depan.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy  mengatakan memang sejak 23 Juni lalu RSUD ini sudah beroperasional. Namun diakuinya masih terbatas pada empat pelayanan saja, seperti pelayanan dasar, Poli dan UGD.
“Kita baru seumur jagung ya, baru 4 jenis pelayanan. Sejauh ini banyak yang rawat jalan karena untuk rawat inap memang belum,” jelasnya.
Saat ini pihaknya mengaku masih terus menyempurnakan perekrutan SDM dan pembangunan. Dimana saat ini jumlah karyawan
280 orang serta 24 jabatan struktural yang baru diisi 8 orang.
” Pejabat strukturalnya baru ada 8 orang, sisanya menunggu pelantikan,” tambah Lesty.
Saat ini pembangunan lanjut dia, sudah fokus pada tahap pembangunan lantai 6. Lantai inilah yang nanti akan dipergunakan untuk pelayanan rawat inap maupun tempat perawatan.
” Unggulan kita salah satunya nanti adalah ortopedi,” ujarnya.
Dijelaskan Lesty, selama ia bertugas pembangunan RSUD ini juga masuk dalam 11 program prioritas kesehatan. Selain akreditasi RS dan Puskesmas.
 ” Kita beruntung sekali karena meski belum jadi rujukan regional tapi kita sudah dibantu dana APBN. Ini semua berkat gubernur Sumsel yang memang berjuang langsung kepada Presiden. ” pungkasnya.
Usai meresmikan pemberian nama RSUD Provinsi Sumsel menjadi RSUD Siti Fatimah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang datang beserta sang istri Eliza Alex, serta Kedua anaknya Dodi Reza Alex dan Lury Alex melakukan peninjauan langsung ke dalam RSUD kebanggan wong kito tersebut. Rombongan ini didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain, serta perwakilan dari Kodam II Sriwijaya serta sejumlah dokter senior di Sumsel. (ADV)

Artikel Terkait