PALEMBANG — Kesiapan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah Asian Games 2018 terus dipantau oleh INASGOC (Indonesia Organizing Committee). Dan dalamkunjungan ke Palembang, Sabtu (13/8) beberapa poin positif terhadap pembangunan serta persiapan Sumsel menuju pesta olahraga terbesar di Asia ini berhasil didapatkan oleh INASGOC.

Salah satunya adalah pembangunan Rusunami yang akan menjadi wisma atlet nantinya. Saat ini, pembangunan pondasi Rusunami sudah mencapai 47 persen dan sesuai dengan target. “Kami baru bekerja mulai 20 Juli lalu dan sejauh ini tidak akan kendala berarti di lapangan, pembangunan 3 twin tower dengan 32 lantai kami targetkan sudah akan selesai pada Oktober tahun depan. Diperkirakan dapat menampung lebih dari 7 ribu atlet nantinya,” ungkap Trisno Wahyu, manajer konstruksi pembangunan Rusunami Jakabaring saat diwawancari usai kunjungan INASGOC tersebut.

Namun dirinya mengakui bahwa dalam kunjungan tersebut pihaknya mendapat beberapa catatan penting yakni kesiapan fiber optik di kawasan Rusunami untuk mendukung optimalisasi penggunaan IT saat Asian Games nanti. “Mereka mengingatkan agar semua jaringan disini sudah berupa fiber optik dan hal ini juga bukan masalah karena di kawasan JSC sudah memiliki hal tersebut,” tambahnya.

Bambang Rus Effendy, pengurus KOI sekaligus anggota INASGOC 2018 mengaku bahwa pihaknya terus memantau kesiapan Sumsel dan sejauh ini belum ada rencana penambahan cabor. “Namun kita masih akan menunggu hasil rapat terakhir pada bulan September nanti, apalagi ada beberapa cabor yang semula tidak termasuk dalam kategori Olympic kini sudah resmi masuk seperti bisball dan softball,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Nawir, Direktur Venue INASGOC yang menjelaskan bahwa kunjungan pihaknya kali ini lebih untuk memastikan progress renovasi venue yang akan dipertandingkan nantinya. “Kita ingin melihat bagaimana renovasinya, karena meskipun pernah digunakan untuk SEA Games, namun tentu standarnya akan jauh lebih tinggi lagi saat Asian Games,” tambahnya.

Dalam kunjungan ini, rombongan INASGOC juga melihat lahan venue boling yang direncanakan dibangun di sebelah gedung Bank Sumsel Babel Jakabaring. “Pembangunan gedung boling berstandar internasional ini akan segera dimulai di bulan Agustus ini, total biaya yang diperlukan sekitar 60 Milliar dan berasal dari sumbangan Sinar Mas Grup,” jelas Judy Liestianto, satgas pembangunan venue bowling Asian Games 2018.

Nantinya, venue boling ini akan dilengkapi dengan 40 lintasan dan fasilitas pendukung lainnya. “Dari sisi perencanan semua sudah selesai, kita targetkan di bulan Agustus 2017 nanti sudah selesai karena akan digunakan untuk tes event terlebih dulu,” tambahnya. (dedi)

RelatedPost