PALI — Terbakarnya gedung DPRD Kabupaten PALI, Kamis malam (7/7) lalu yang menghanguskan seluruh ruang pimpinan, ruang Komisi dan ruang Sekretariat Dewan (Setwan) membuat proses kerja anggota Dewan dan seluruh pegawai di Setwan baik PNS maupun TKS terganggu.

Seperti terlihat Senin (11/7), para pegawai yang sejak pagi telah datang untuk bekerja, namun bingung karena bekas ruang kerjanya tinggal puing-puing. Akibatnya hampir seluruhnya hanya berkumpul di ruang rapat Paripurna yang selamat dari musibah kebakaran tersebut.

Arbi, salah satu pegawai TKS mengaku bahwa dirinya kini bingung harus melaksanakan tugasnya di ruang mana. “Saya biasa bekerja di ruang ketua DPRD, tapi lihat sendiri semuanya hangus termasuk alat kerja juga ikut terbakar. Sekarang menunggu arahan pak Sekwan harus menempati ruang mana,” ujarnya kepada media ini.

Sementara itu, Amri Achmad Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten PALI mengungkapkan bahwa masalah tempat kerja, pihaknya akan memanfaatkan sisa ruangan yang tidak terbakar. “Ruang rapat Paripurna masih tersisa, bisa kita manfaatkan untuk ruang kerja sementara. Kendala kami sekarang adalah semua dokumen dan berkas-berkas penting habis dan akan berkoordinasi dengan DPPKAD terlebih dulu,” terangnya.

Menurutnya, pasca terbakarnya gedung DPRD ini pasti akan menimbulkan dampak terganggunya pelayanan dan aktifitas kerja. “Kita akan berusaha keras untuk tetap maksimal dalam bekerja walau fasilitas banyak yang terbakar, hari ini kami tetap melakukan kegiatan rutin yaitu apel pagi. Secepatnya kami akan menghadap Sekda dan Bupati untuk mengusulkan dan meminta solusi agar segera mendapatkan kantor pengganti untuk para Dewan bekerja,” imbuhnya. (yudhi)

RelatedPost