Laga Sriwijaya FC melawan Madura United, Minggu (15/5) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring diwarnai sejumlah kejutan. Salah satunya adalah susunan pemain yang berbeda dibandingkan 2 laga sebelumnya sewaktu laskar wong kito melakoni laga tandang ke markas Persib Bandung (30/4) dan Persiba Balikpapan (6/5) lalu.

Dua pemain senior yang biasanya selalu menjadi andalan yakni Achmad Jufrianto dan Firman Utina kali ini harus rela mengawali pertandingan dari bangku cadangan. Posisi keduanya di lini tengah SFC digantikan oleh Eka Ramdani dan pemain muda Ichsan Kurniawan.

Menanggapi hal ini, pelatih SFC Widodo C Putro mengaku bahwa keputusannya ini murni untuk kepentingan tim menghadapi Madura United. “Sebenarnya ini bukanlah sebuah kejutan mengingat rotasi adalah hal biasa untuk sebuah pemain dan apa yang kita lakukan ini untuk persiapan strategi menghadapi lawan,” jelas eks asisten pelatih timnas senior Indonesia ini.

Pelatih asal Cilacap ini pun menegaskan bahwa starting eleven yang dimainkannya saat bertemu Madura United juga bukanlah sebuah eksperimen atau coba-coba. “Sebagai pelatih, saya setiap hari bersama mereka dan tahu apa yang terbaik untuk tim ini. Jadi saya tidak akan coba-coba dan seluruh pemain juga tahu bahwa harus mementingkan kepentingan tim terlebih dulu. Saat disuruh turun bermain harus siap, jika masuk bangku cadangan atau tidak bermain juga tetap harus mendukung yang lainnya,” tegasnya.

Selain itu, dirinya memang menegaskan dalam penentuan starting eleven yang akan dimainkan di sebuah pertandingan selalu berpatokan kepada evaluasi dan performa saat latihan. Menurutnya, usai laga melawan Persiba Balikpapan (6/5) lalu, pihaknya kembali melakukan penilaian selama latihan untuk menentukan pemain yang akan diturunkan di partai selanjutnya.

“Namun bukan berarti pemain yang tidak dimainkan atau menjadi cadangan lebih buruk, kita juga harus melihat gaya bermain lawan.  Saya juga memberikan kredit tersendiri bagi Zalnando, pemain muda SFC yang untuk pertama kalinya diturunkan musim ini, dia mampu bermain cukup tenang dan taktis menghadang serangan lawan,” pujinya.

Tetapi, Widodo juga mewanto-wanti agar Zalnando tetap rendah hati dan terus fokus meningkatkan kemampuannya kedepan. “Sekarang pilihannya ada di Nando, rendah hati atau cepat sombong. Tetapi saya punya keyakinan jika dia terus bermain seperti ini dan mau terus belajar maka dia punya prospek cerah, bisa saja menjadi salah satu bintang masa depan untuk posisinya,” pungkasnya.

Artikel Terkait