PALEMBANG — Mantan Wali Kota Palembang, Romi Herton, tutup usia, dini hari tadi. Terpidana dalam kasus suap Pilkada Palembang tersebut meninggal saat masih menjalani pidana penjara. Walikota terpilih periode 2013-2018 itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Hermina Serpong, Tanggerang Selatan akibat serangan jantung sekitar pukul 02.45 WIB.

Ketua KNPI Kota Palembang H Handry Pratama yang diketahui berada ditempat membenarkan terkait kabar duka tersebut. “Inalillahi Wainalilahi roji’un, Iya beliau telah berpulang ke rahmatullah,” katanya, (28/9/2017).

Dari informasi yang dihimpun jenazah mantan orang nomor satu di pemerintahan Kota Palembang itu bakan diterbangkan ke Palembang pukul 09.30 WIB. “Rencananya hari ini juga jenazah akan diterbangkan ke Palembang,” singkatnya.

Seperti diketahui Romi Herton secara resmi dipindahkan dari Lapas Sukamiskin, Bandung, ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, pada Februari 2017 lalu. Mantan Wali Kota Palembang itu dipindah karena terbukti melakukan pelanggaran dengan berpelesir ke luar lapas.

Pada 15 Desember 2016, Romi izin berobat di Rumah Sakit Hermina Bandung. Romi keluar pada pukul 07.45 WIB dan baru kembali ke lapas pada pukul 20.30 WIB. Ia diduga singgah dirumah yang ia sewa di kawasan Antapani, Bandung.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan memperberat hukuman terhadap Romi Herton dan istrinya Masyito. Romi dijatuhi pidana 7 tahun penjara, dan istrinya dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Romi dan Masyoto juga harus membayar denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan. Tak hanya itu, PT DKI juga mencabut hak politik keduanya.

Romi Herton dan Masyito terbukti memberikan uang Rp14,145 miliar dan 316.700 dolar AS kepada Hakim Mahkamah Konstitusi, M Akil Mochtar, untuk memengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil. (dil/net)

Artikel Terkait