Baru menjalani musim debutnya di Indonesian Super League (ISL), penyerang muda Sriwijaya FC, Rizky Dwi Ramadhana harus menunda keinginannya menambah jam terbangnya. Pemain yang sudah mencetak 1 gol bersama tim senior ini pun penasaran dan berharap kompetisi kembali secepatnya digulirkan.

“Setiap musim selalu punya pembelajaran tersendiri buat saya. Di era coach Subangkit saya sempat dicova di berbagai posisi dan di akhir musim lalu mampu mencetak gol buat SFC di ajang resmi, tentu itu sangat menyenangkan,” jelas alumnus SONS Palembang ini.

Sementara di era Beny Dollo, kehadiran banyaknya penyerang handal membuat jam terbangnya menjadi berkurang. Tapi di laga terakhir sebelum penghentian kompetisi melawan PSM Makassar (11/4) lalu, namanya kembali dipercaya masuk dalam line up. “Semuanya perlu kerja keras dan saya juga banyak mendapat pelajaran dari pemain senior seperti bang Ferdinan Sinaga atau Tibo. Yang penting saya selalu siap dan bermain baik jika mendapatkan kesempatan turun ke lapangan,” tambahnya.

Karena hal tersebut, vakumnya kompetisi seperti saat ini sangat disesalinya, karena tidak banyak aktifitas yang dapat dilakukannya. Status BBM pemain terbaik ISL U21 musim 2012/2013 ini pun menunjukkan rasa sedihnya gagal berkompetisi seperti biasanya yakni ‘Pesepakbola Merana, Menpora Kemana’.

Meski enggan berbicara banyak, namun Rizky sendiri berharap Menpora segera dapat mencabut pembekuan sehingga seluruh pelaku sepakbola dapat segera diputar kembali. “Sekarang saya cuma jaga kondisi, untuk ikut tarkam belum terpikir dan juga manajemen sudah menghimbau untuk tidak ikut tarkam,” tambahnya. Saat dihubungi Jumat (5/6) sore, Rizky sendiri mengaku tengah berlibur ke kota Lahat menengok sang kekasih uang bertugas sebagai Polwan disana.

Sementara itu, pelatih SFC Beny Dollo menjelaskan bahwa menyukai permainan Rizky yang dianggapnya ngotot dan tidak mudah menyerah saat bermain di lapangan. “Dia mau bekerja keras dan tidak mau kalah, itu modal yang bagus sebagai seorang pemain. Namun memang pengalamannya perlu ditambah dan untuk striker dia mesti lebih memperbaiki naluri membunuhnya saat di kotak penalti. Tapi dia punya prospek yang bagus untuk SFC kedepannya,” jelas Bendol.

Artikel Terkait