PALEMBANG — Banyaknya potensi yang dimiliki oleh provinsi Sumatera Selatan menjadi senjata tersendiri untuk menarik para investor dari luar, Gubernur Sumsel Alex Noerdin didampingi Deputi bidang pengendalian pelaksanaan penanaman modal BKPM, MM. Azhan Lubis dan deputi pengembangan iklim penanaman modal, Farah Ratnadewi Indriani secara resmi membuka kegiatan regional investment forum (RIF) regional Sumatera tahun 2016 di hotel Aryaduta, Selasa (26/7).

Kepala Badan koordinasi penanaman modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan kegiatan RIF bertujuan untuk melakukan sosialisasi pemasaran potensi dan peluang investasi di wilayah Sumatera. “Acara ini juga akan dimanfaatkan BKPM untuk mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang harus terus dilakukan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mengadakan seminar diskusi panel dan parallel meeting terkait topik reformasi pelayanan perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), izin investasi 3 jam, kebijakan investasi langsung konstruksi dan dialog strategi pemasaran kawasan industri serta pameran peluang potensi investasi dari seluruh provinsi di wilayah Sumatera.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan Sumsel memiliki sejarah panjang ribuan tahun lalu yakni Kerajaan Sriwijaya yang menguasai dan mengontrol nusantara sampai perbatasan China dan India. “Tidak ada satu daerahpun yang bisa membangun hanya dengan APBD sendiri, harus ada investasi dari luar,” katanya.

Menurutnya, dengan menyelenggarakan banyak even nasional maupun internasional merupakan sebuah langkah untuk menarik perhatian dunia dan memperkenalkan Sumsel. “Jika sebuah daerah telah sanggup melaksanakan kegiatan internasional berarti telah terjamin keamanan daerah tersebut, Sumsel telah membuktikan kondisinya yang kondusif serta tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama,” tutup Alex Noerdin. (juniara)

RelatedPost