PALEMBANG — Proses pembangunan kawasan Pasar modern “Pasar Cinde” Palembang Sumatera Selatan tetap akan dilaksanakan, karena pasar Cinde bukanlah cagar buadaya dan sudah dipugar beberapa kali.

Gubernur Alex Noerdin disela  Peringatan Hari Habitat Dunia 2016 di Jakabaring Sport City (03/10) mengatakan bangunan pasar cinde bukanlah cagar budaya. Mengingat, bangunan Pasar Cinde sudah pernah dipugar sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1981 dan 1971 sehingga tidak tepat lagi jika disebut cagar budaya.

Ditegaskannya proses pembangunan akan tetap berjalan, jikapun masih ada kelompok masyarakat yang mengatakan kawasan pasar cinde sebagai sebagai cagar budaya maka akan dibuat kawasan zonasi.

” Mana yang benar-benar heritage akan kita pertahankan, seperti tiang cendawan di Pasar Cinde kalau masih bisa dipertahankan kita pertahankan tetapi kalau sudah tidak ada lagi, ya masih tetap ada tampilannya, apolagi kalu kito ke Pasar Cinde hati-hati kamu belanjo disitu kalu roboh, itu jalan satu-satunya maka akan dibangun yang baru tapi tetap seperti itu,” kata Alex Noerdin.

Usai rapat pertemuan dengan Gubernur Sumsel sehubungan dengan Surat Perjanjian Kerjasama Bangun Guna Serah Pembangunan Kawasan Pasar Modern “Pasar Cinde” antara Pemprov Sumsel dengan PT Magna Beatum di Griya Agung. CEO Aldiron Hero Group,  Aldrin L Tando terburu-buru dan berusaha enggan diwawancarai.

“Menurut perintah beliau ajalah. Tanya beliau. Mohon doanyalah (ditanya apakah tahun ini pembangunannya). Mana ada yang pasti. Kita nggak ada yang jamin masih hidup satu jam lagi kita pun nggak tahu. (Apakah bakal ada perubahan dengan target awal?) Mudah-mudahan tetap. Tergantung dukungan temen-temenlah. Yang jelas bangunan ini sudah dua kali direnovasi. Sehingga bangunan ini bukan bangunan Thomas Carsten. Itu aja yang saya tahu. Yang lainnya saya nggak tahu. (Apakah tidak akan ada yang berubah dari design lalu?). Itu kan tergantung Pak Gubernur,” kata Aldrin L Tando.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Irene Camelyn Sinaga mengungkapkan hingga saat ini pembangunan Pasar Modern Cinde masih dalam tahap proses sosialisasi kepada pedagang dan kajian.

“Tiga minggu selesai, pemerintah kota akan mendata terus melapor dan kami mengkaji, mengenai SK sudah selesai ditanda tangani pak Gubernur,” ujarnya.

Menurutnya, Tim PU membuat siteplan, kemudian dari hasil kajian tersebut akan menentukan hasil design bangunan. “Mana yang harus zona dipertahankan dan mana yang akan dikembangkan,” jelas Irene.

Ditambahkan Irene, Gubernur Sumsel menargetkan 8 November mendatang proses sosialisasi, siteplan dan kajian sudah seles. “SK sudah turun, Tim cagar budaya Provinsi dan kota sudah ada serta tim kajian Cinde juga ada,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost