PALEMBANG — Rekor tidak terkalahkan Sriwijaya FC di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 akhirnya terhenti di tangan Bhayangkara FC. Dalam laga yang dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (2/10) sore Supardi dkk harus menyerah kalah dengan skor telak 0-4 dari tamunya dan membuat laskar wong kito masih tertahan di peringkat 4 klasemen sementara dengan poin 37.

Empat gol untuk BFC diciptakan oleh Otavio Dutra di menit 36 babak pertama melalui tendangan bebas yang menembus pagar SFC. Kemudian gol kedua dihasilkan oleh Thiago Furtuoso di menit 66, Evan Dimas di menit 85 dan gol penutup dihasilkan oleh M Hargianto di menit 90.

Pelatih SFC, Widodo C Putro meminta maaf kepada masyarakat Sumsel atas kekalahan ini. “Hasil ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih, sore ini kami kalah semuanya dan Bhayangkara FC layak menang. Seperti saya katakan sebelumnya, dalam sepakbola ada hal-hal yang harus dicermati, kita pernah menang telak beberapa kali atas lawan dan sekarang kita pun harus merasakan hal yang sama,” ungkapnya usai pertandingan.

Dirinya pun menolak anggapan bahwa konsentrasi timnya terganggu karena banyak jeda selama kompetisi ini, salah satunya libur karena pelaksanaan PON XIX Jabar lalu. “Itu tidak boleh jadi alasan, namun memang saya kekurangan pemain. Dan hari ini di susunan line up pun ada 3 penjaga gawang yang kami masukkan, selain keluarnya Ichsan Kurniawan juga membuat keseimbangan lini tengah terganggu,” jelasnya.

Eks asisten pelatih timnas ini pun berharap anak asuhnya dapat segera bangkit dan melupakan hasil buruk ini. “Masih ada banyak pertandingan yang akan dimainkan, kami akan segera fokus menghadapi laga berikutnya melawan Mitra Kukar (9/10) mendatang dan laga tersebut harus menjadi kebangkitan SFC,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh kapten tim SFC, Supardi yang menyebut hasil ini merupakan pelajaran mahal untuk timnya. “Ini pelajaran berharga, walau pahit namun semuanya harus kita tanggung bersama. Gol pertama memang sedikit meruntuhkan mental pemain dan setelah itu kami terburu-buru membalas,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC Ibnu Graham menyebut anak asuhnya bermain sangat kompak di laga ini dan mampu menyelesaikan peluang lebih baik. “Syukur alhamdullilah target kami untuk tidak kehilangan poin di Palembang tercapai, saya angkat topi ke seluruh pemain dan manajemen yang sudah bekerja keras untuk laga ini,” ujar legenda Persebaya Surabaya ini.

Menurutnya, setelah tanpa kemenangan di awal putaran kedua ini, pihaknya memang langsung menggeber persiapan khusus melawan SFC. “Melawan Arema, kami punya peluang namun tidak bisa mencetak gol dan itu yang menjadi evaluasi kami. Di laga ini, penyelesaian kami lebih baik dan itu kuncinya. Kami menang bukan karena SFC jelek karena mereka punya materi pemain yang lebih bagus secara individu,” tambahnya.

Kapten BFC, Otavio Dutra juga menyebut persiapan khusus yang dilakukan timnya sebelum laga melawan SFC menjadi faktor utama kemenangan timnya. “Kita main kompak, lalu secara detail kami juga mempelajari gaya permainan SFC dan hasilnya sangat positif,” ujar pemain asal Brasil ini. (dedi)

Related Post