PALEMBANG — Banyaknya masukan yang menginginkan penambahan pemain di posisi playmaker membuat Sriwijaya FC akhirnya memutuskan merekrut Tijani Belaid, pemain yang pernah bermain untuk timnas Tunisia. Meski namanya tidak terlalu mentereng, namun rekam jejak pemain kelahiran Paris ini tidaklah terlalu buruk.

Setelah menimba ilmu di Paris FC yang dekat dengan tempat tinggalnya, bakat Tijani mengundang minat dari tim Primavera Inter Milan yang langsung mengikatnya di tahun 2004. Setahun kemudian,  Tijani mendapat promosi ke tim senior dan mencatat caps pertama di Seri A saat pertandingan terakhir musim 2004-05  melawan Reggina.

Pada Januari 2007, pemain yang pernah mencatat caps di timnas U19 Perancis ini dipinjamkan ke PSV Eindhoven, namun tidak tampil untuk tim utama. Setelah itu, peruntungan Belaid berubah saat memutuskan hijrah ke tim asal Ceko, Slavia Praha dan  mencetak gol pertamanya di Liga Champions UEFA pada 19 September 2007.

Belaid pun sempat 18 kali mendapat panggilan dari timnas Tunisia dan menorehkan 3 gol. Pasca dari Ceko, Belaid melanjutkan kariernya bersama sejumlah klub seperti Hull City (Inggris), Union Berlin (Jerman), Apoel (Siprus), Lokomotiv Plovdiv (Bulgaria) dan Morierense (Portugal).

Setelah melanglang buana ke benua Eropa, di tahun 2014 Belaid pulang kampung dan memperkuat klub papan atas Tunisia, Club Africain selama 2 musim. Setelah itu, Belaid juga sempat pindah ke klub Tunisia lainnya, CS Sfaxien. Sebelum memutuskan menerima tawaran SFC, Belaid juga masih tercatat sebagai pemain Veria, klub yang saat ini menghuni dasar klasemen Yunani Super League.

Sekretaris tim SFC, Achmad Haris mengaku pihaknya sudah mempertimbangkan dengan baik perekrutan Tijani Belaid. “Mungkin dari sisi nama Tijani kalah populer dari Michael Essien, namun pembuktian sesungguhnya saat di lapangan nanti. Kita juga tidak merekrut pemain juga dari nama besarnya saja, tetapi bagaimana komitmen dia saat berseragam SFC nantinya,” tegasnya saat dikofirmasi Rabu (26/4) malam.

Sementara itu, pelatih SFC Oswaldo Lessa membenarkan bahwa dirinya memang membutuhkan pemain tambahan di posisi playmaker. “Jika merekrut di posisi stopper, mungkin pertahanan kita akan jauh lebih kuat. Namun untuk menang, kita perlu mencetak gol. Saya akan tetap melakukan perbaikan di lini belakang agar bertambah solid, namun untuk marquee player saya ingin pemain yang bisa membantu penyerangan dan memecah kebuntuan nantinya,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait