PALEMBANG — Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex secara resmi memperkenalkan Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala laskar wong kito untuk musim 2018, Jumat (24/11) di Palembang. Kembalinya RD diharapkan mampu kembali menghadirkan gelar juara Liga Indonesia yang terakhir diraih 5 tahun silam.

RD sendiri menyebut proses negosiasi dengan manajemen SFC berlangsung sangat singkat. “Sebelumnya memang sudah ada pertemuan, tidak perlu waktu lama dan hanya sekitar 15 menit bagi saya untuk memutuskan sebuah kesepakatan dengan SFC. Saya memilih klub ini karena keseriusan pendekatan, mereka juga punya fasilitas yang baik. Untuk membangun tim yang baik idealnya memang ditunjang sarana yang memadai, SFC memiliki itu semua,” jelasnya saat sesi press conference di acara tersebut.

Terkait target juara yang dibebankan manajemen kepadanya, pelatih asal Lampung tersebut menyebut hal ini sebagai salah satu alasan mengapa dirinya menerima pinangan SFC. “Dibilang berat itu sudah pasti, tapi disisi kanan dan kiri ada pemain berkualitas serta manajemen pun sangat mensupport. Ekspektasi besar dari suporter itu wajar, tetapi sekarang yang terpenting adalah bekerja dan membangun tim. Setiap pelatih pasti ada beban, selama ini saya selalu menjadikannya motivasi,” ungkapnya.

Menurutnya, klub asalnya T Team sebenarnya tetap memintanya untuk terus bertahan dan dirinya pun diberikan opsi untuk memperpanjang masa kontrak lebih lama lagi. “Saya diberikan opsi tambahan 2 tahun kontrak, namun karena status klub feeder membuat saya menolak tawaran itu, saya katakan masih ingin tantangan dan itu saya temukan di SFC,” bebernya.

Presiden SFC, Dodi Reza sendiri menyebut RD sendiri memang diberikan target untuk secepatnya membawa tim kebanggaan masyarakat Sumsel kembali ke jalur juara. “Keputusan ini hasil dari sebuah diskusi yang cukup panjang dan melihat hasil evaluasi di musim lalu. Saya beserta jajaran manajemen akhirnya sepakat tim sebesar SFC perlu kestabilan perfoma, namun saya berharap target tersebut jangan dijadikan beban. Untuk suporter, saya juga berpesan agar nantinya bila menang jangan terlalu disanjung dan saat kalah pun tidak ditinggalkan. Kita harus berharap yang terbaik dan siap dengan kemungkinan terburuk,” ujar Bupati Muba ini saat memberikan penjelasan.

Secara tegas, Dodi pun menyebut target minimal untuk musim depan adalah kembali berlaga ke level internasional seperti Liga Champions Asia atau AFC Cup. “RD kami kontrak selama 2 tahun, musim ini menjadi pembelajaran berharga dan soal komposisi pemain, sama seperti musim sebelumnya akan kami serahkan ke tim pelatih, tidak ada intervensi dan RD kami berikan keleluasaan membuat kerangka yang diperlukan, namun tentu kami tetap akan memberikan tempat bagi putera daerah dan binaan sendiri selama ini,” tambahnya.

Related Post