PALEMBANG — Pelatih anyar Sriwijaya FC langsung melakukan gerak cepat untuk membenahi laskar wong kito untuk musim depan. Salah satu yang menjadi prioritasnya adalah lini pertahanan yang tampil cukup buruk sepanjang kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Dari 34 pertandingan yang sudah dimainkan, meski mampu mencetak 50 gol dan lebih dari Persija Jakarta yang duduk di peringkat 4 klasemen akhir, namun hal tersebut tidak dibarengi lini pertahanan yang juga kebobolan dengan jumlah gol yang sama. Gawang laskar wong kito yang dijaga bergantian oleh Teja Paku Alam, Sandi Firmansyah dan Dikri Yusron jarang mencatatkan clean sheet dan SFC harus puas duduk di peringkat 11 klasemen akhir.

Saat ditemui di sesi perkenalan sebagai pelatih SFC, RD mengaku nantinya akan memprioritaskan merekrut marquee player di posisi lini pertahanan. Walau tidak menyebut secara gambling, namun pelatih asal Lampung itu mengungkapkan beberapa ciri-ciri pemain tersebut.

“Kami mengontrak satu pemain yang berstatus penggawa timnas Mali. Pemain itu sempat tampil ketika timnas Mali menghadapi timnas Maroko beberapa waktu lalu,” ujar eks pelatih timnas tersebut. “Terakhir, pemain itu bermain untuk tim di Liga Prancis. Tiga musim lalu, dia tampil di Ligue 1, tetapi klubnya terdegradasi ke kasta kedua. Pemain itu memiliki posisi sebagai pemain belakang,” bebernya.

Saat ditelusuri, beberapa pemain memang cukup mengarah ke sosok yang disebut RD. Timnas Mali dua kali menghadapi timnas Maroko dalam beberapa bulan terakhir. Pada dua laga tersebut, lima nama menghiasi lini belakang timnas Mali, yaitu Molla Wague, Hamari Traore, Bakaye Dibassy, Youssouf Kone, dan Mahamadou N’Diaye.

Dari kelima nama tersebut, Wague otomatis tersingkir karena memperkuat Udinese. Demikian pula dengan Kone yang tengah menjalani peminjaman di Stade Reims.

Hal itu membuat kandidat mengerucut menjadi tiga nama, Traore, Dibassy, dan N’Diaye. Apabila berpegang pada ucapan RD tentang timnya terdegradasi sekitar tiga musim lalu, syarat tersebut membuat nama Dibassy gugur dari kandidat.

Sehingga saat ini hanya dua pemain yang berpeluang menjadi marquee player Sriwijaya FC, Traore da N’Diaye. Namun, Traore baru pindah ke Stade Rennais pada 1 Juli 2017 dan masih memiliki kontrak selama empat tahun.

Fakta tersebut menyisakan nama N’Diaye sebagai kandidat kuat marquee player Sriwijaya FC. Pemain berusia 27 tahun itu memenuhi kriteria yang disebutkan Rahmad Darmawan. Terlebih, N’Diaye tengah berstatus tanpa klub setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Troyes AC sejak 30 Juni 2017.

Sebelumnya, eks asisten pelatih SFC Keith Kayamba juga mencoba merekomendasikan salah satu rekan senegaranya asal Saint Keith and Nevis yakni Atiba Haris guna mengisi slot di lini belakang. Pemain yang bisa bermain di banyak posisi di lini belakang tersebut masih bermain di Major League Soccer (MLS) Amerika, sebelumnya juga pernah merumput di Premier League bersama Newcastle United, lalu bermain di League 1 Perancis dan Segunda Division Spanyol. (dedi)

Artikel Terkait